Venezuela: AS Sekali Lagi Harus Dikalahkan

Jum'at, 01 Maret 2019 - 01:08 WIB
Venezuela: AS Sekali...
Venezuela: AS Sekali Lagi Harus Dikalahkan
A A A
JENEWA - Menteri Luar Negeri Venezuela , Jorge Arreaza, mengkritik penolakan Amerika Serikat (AS) atas seruannya untuk melakukan pembicaraan antara presiden kedua negara.

Baca juga: AS Dituding Curi Aset Venezuela dan Rencanakan Kudeta

"Itu yang selalu mereka lakukan," kata Arreaza kepada Anadolu Agency.

"Mereka tidak suka dialog. Mereka ingin perang. Tapi mereka akan dikalahkan sekali lagi," imbuhnya seperti dikutip dari kantor berita Turki itu, Jumat (1/3/2019).

Arreaza mengatakan dia senang atas dukungan Turki terhadap Venezuela sejak awal krisis. Turki adalah negara yang penting dan telah menjadi saudara dan saudari Venezuela.

"Presiden (Recep Tayyip) Erdogan telah ada di sana, berdiri dalam solidaritas dengan Venezuela, tetapi dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menghentikan segala bentuk agresi ke negara kita," ujarnya.

Washington menolak saran Arreaza bahwa Presiden Nicolas Maduro duduk bersama dengan Presiden AS Donald Trump .

"Mengapa mereka tidak boleh bertemu sehingga mereka bisa mencoba mencari titik temu dan mencari perbedaan?" Arreaza bertanya secara retoris pada sesi ke 40 Dewan HAM PBB (UNHRC) di Jenewa, Rabu.

Robert Wood, wakil permanen AS untuk Konferensi Perlucutan Senjata, menolak seruan untuk berdialog.

"Presiden Trump sedang bersiap untuk bertemu dengan presiden Venezuela yang sah, yaitu (Juan) Guaido," katanya.

Baca juga: AS Tolak Seruan Venezuela untuk Berdialog

Venezuela telah diguncang oleh aksi protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika Juan Guaido, yang memimpin Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden pada 23 Januari, suatu langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin.

Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia memberi dukungan mereka pada Maduro, yang telah berjanji untuk memutuskan semua hubungan diplomatik dan politik dengan AS.

Trump menyebut intervensi militer sebagai kemungkinan sejumlah pilihan yang bisa ia gunakan untuk membantu menyelesaikan krisis di Venezuela.
(ian)
Berita Terkait
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Trump dan Venezuela:...
Trump dan Venezuela: Cermin Ketidakadilan Global
Trump Bantah Keterlibatan...
Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Maduro Nyatakan Siap...
Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Topeng Hijau Amerika...
Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela
Trump Ungkap Bagaimana...
Trump Ungkap Bagaimana Ia Ingin Kelola Venezuela
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
33 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved