India-Pakistan di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

loading...
India-Pakistan di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya
India-Pakistan di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya
NEW DELHI - India telah melakukan serangan udara di kamp-kamp pemberontak di Pakistan kemarin atau beberapa pekan setelah serangan bom bunuh diri mengguncang Kashmir, wilayah yang disengketakan kedua negara. Pakistan tak terima wilayahnya diserang dan siap merespons.

Serangan bom bunuh diri di Kashimir telah menewaskan 42 personil polisi paramiliter India. Serangan itu diklaim dilakukan oleh kelompok pemberontak yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM).

Perdana Menteri India Narendra Modi bersumpah akan memberikan tanggapan yang kuat setelah serangan terburuk terhadap pasukannya dalam beberapa dekade.

Pakistan telah meremehkan serangan udara jet-jet tempur India Selasa kemarin dengan mengatakan bahwa jet-jet India yang melanggar wilayah udara Pakistan melepaskan muatan dengan tergesa-gesa di kawasan hutan setelah melintasi Garis Kontrol (Line of Control/LoC). LoC adalah garis perbatasan de facto yang membagi Kashmir yang dikelola India dan Pakistan.

Beberapa hari sebelum jet-jet tempur India menggempur wilayah Pakistan, kedua negara sudah saling mengumbar retorika perang. Mantan pemimpin Pakistan, Pervez Musharraf bahkan menyarankan militer negaranya menyerang New Delhi dengan 50 bom nuklir. Menurutnya, jika Islamabad hanya menyerang dengan satu bom nuklir maka New Delhi bisa menamatkan riwayat Pakistan dengan 20 bom nuklir.

Kedua negara Asia Selatan ini memang dikenal sebagai dua negara bersenjata nuklir. KOnflik di Kashmir bisa membuat kedua negara berperang lagi setelah dua perang terjadi di masa lalu, yakni sejak wilayah itu merdeka dari Inggris pada 1947.



Di tengah situasi kedua negara yang di ambang perang, SINDOnews.com pada Rabu (27/2/2019) merangkum data perbandingan kekuatan militer dan senjata kedua negara.

Anggaran Militer

1. India
Pada tahun 2018, India mengalokasikan 4 triliun rupee (USD58 miliar), atau 2,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), untuk mendukung 1,4 juta pasukan aktifnya. Data itu menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top