Jerman Mendukung Sanksi Tambahan AS pada Venezuela
Selasa, 26 Februari 2019 - 02:37 WIB
Jerman Mendukung Sanksi Tambahan AS pada Venezuela
A
A
A
BERLIN - Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, mereka sepenuhnya mendukung sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Berlin mengatakan, mereka akan mengambil langkah serupa dengan yang diambil Washington.
AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat di pemerintahan Venezuela. Selain itu, Washington juga menjatuhkan sanksi kepada istri Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Maria Adebahr menuturkan, sama dengan AS, mereka juga akan menjatuhkan sanksi pada sejumlah orang yang dekat dengan Maduro. Ini, lanjut Adebahr, termasuk keluarga Maduro.
"Kami mendukung sanksi yang menargetkan Maduro dan secara khusus orang-orang yang dekat dengannya dan itu (sanksi) tidak membuat kehidupan warga Venezuela lebih buruk," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (26/2).
Sebelum itu, Berlin meminta Maduro mengadakan pemilihan cepat di negara itu, mengancam akan mengakui Ketua Parlemen Venezuela, Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.
Pada saat yang sama, Jerman mengakui Majelis Nasional Venezuela yang dikelola oposisi, diketuai oleh Guaido, sebagai satu-satunya lembaga yang sah secara demokratis yang memainkan peran khusus dalam jalur negara menuju demokrasi.
AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat di pemerintahan Venezuela. Selain itu, Washington juga menjatuhkan sanksi kepada istri Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Maria Adebahr menuturkan, sama dengan AS, mereka juga akan menjatuhkan sanksi pada sejumlah orang yang dekat dengan Maduro. Ini, lanjut Adebahr, termasuk keluarga Maduro.
"Kami mendukung sanksi yang menargetkan Maduro dan secara khusus orang-orang yang dekat dengannya dan itu (sanksi) tidak membuat kehidupan warga Venezuela lebih buruk," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (26/2).
Sebelum itu, Berlin meminta Maduro mengadakan pemilihan cepat di negara itu, mengancam akan mengakui Ketua Parlemen Venezuela, Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.
Pada saat yang sama, Jerman mengakui Majelis Nasional Venezuela yang dikelola oposisi, diketuai oleh Guaido, sebagai satu-satunya lembaga yang sah secara demokratis yang memainkan peran khusus dalam jalur negara menuju demokrasi.
(esn)