Kim Jong-un Tak Ingin Anaknya Menanggung Beban Senjata Nuklir

Minggu, 24 Februari 2019 - 00:44 WIB
Kim Jong-un Tak Ingin...
Kim Jong-un Tak Ingin Anaknya Menanggung Beban Senjata Nuklir
A A A
HANOI - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo bahwa dia tidak ingin anak-anaknya hidup dengan beban senjata nuklir sepanjang hiidup mereka. Ucapan Kim itu diungkap mantan perwira CIA yang terlibat dalam diplomasi tingkat tinggi atas senjata-senjata Korea Utara.

Kim membuat komentar pribadi yang langka kepada Pompeo selama diplomat Amerika itu berkunjung ke Pyongyang pada April tahun lalu. Kunjungan Pompeo itu untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak bersejarah pertama antara Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump pada Juni di Singapura.

Mantan pejabat CIA Andrew Kim membeberkan keinginan pribadi Kim Jong-un tersebut sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap dan Wall Street Journal, Sabtu (23/2/2019).

"Saya seorang ayah dan seorang suami. Dan saya punya anak," kata Kim Jong-un kepada Pompeo yang dituturkan Andrew. Jawaban itu muncul ketika pemimpin muda Korea Utara itu ditanya apakah dia bersedia mengakhiri program senjata nuklirnya.

"Dan saya tidak ingin anak-anak saya membawa senjata nuklir di punggung mereka sepanjang hidup mereka," lanjut Kim yang masih dituturkan Andrew. "Itulah jawabannya," imbuh Andrew.

Andrew membeberkan keinginan pribadi Kim Jong-un itu dalam sebuah pidato hari Jumat di Pusat Penelitian Asia Pasifik Universitas Stanford, di mana ia menjadi pembicara tamu.

Sebelum pensiun dari CIA, Andrew Kim mendirikan Korea Mission Center, pada April 2017, dan menemani Pompeo—yang saat itu direktur CIA—ke Pyongyang tahun lalu.

Dalam pertemuan puncak atau KTT Singapura, Kim dan Trump berjanji untuk bekerja menuju perdamaian antara kedua negara dan mewujudkan denuklirisasi semenanjung Korea.

Tetapi sedikit kemajuan yang telah dibuat sejak saat itu dan mereka akan bertemu lagi di Hanoi pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Mereka diharapkan akan fokus pada langkah-langkah apa yang mungkin diambil Korea Utara menuju denuklirisasi, sebagai imbalan atas konsesi AS.

Mantan perwira CIA itu mengatakan Kim Jong-un menyatakan keinginan kuat untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai cara untuk membangun kepercayaan di antara mereka, yang menurutnya diperlukan untuk mengakhiri program senjata nuklir.

Mengutip kantor berita TASS, Kim Jong-un telah meninggalkan Pyongyang dengan kereta api untuk kunjungannya ke Vietnam pada Sabtu sore.
(mas)
Berita Terkait
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Bom B61-12 Memungkinkan...
Bom B61-12 Memungkinkan Trump Rampas Senjata Nuklir Korut
Donald Trump Ingin Lucuti...
Donald Trump Ingin Lucuti Senjata Korut, Kim Jong-un Justru Janji Perbanyak Bom Nuklir
Jenderal AS: Kemampuan...
Jenderal AS: Kemampuan Senjata Nuklir Korea Utara Maju Pesat
Kim Jong-un Mau Berunding...
Kim Jong-un Mau Berunding dengan Trump Asalkan Tak Dipaksa Luncuti Senjata Nuklir Korut
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
50 menit yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
1 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
3 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
4 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
5 jam yang lalu
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved