Minta Eropa Ambil Warganya, Trump Malah Larang Wanita ISIS Kembali ke AS

Kamis, 21 Februari 2019 - 07:51 WIB
Minta Eropa Ambil Warganya,...
Minta Eropa Ambil Warganya, Trump Malah Larang Wanita ISIS Kembali ke AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan seorang wanita yang meninggalkan negara itu untuk menjadi propagandis ISIS tidak diizinkan untuk kembali. Melalui akun Twitternya, ia mengatakan telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk tidak mengizinkan Hoda Muthana kembali ke negara itu.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan dia sepenuhnya setuju, untuk tidak mengizinkan Hoda Muthana kembali ke Negara ini!" cuit Trump seperti dilansir dari UPI, Kamis (21/2/2019).

Pompeo sebelumnya mengeluarkan pernyataan pada hari sebelumnya yang mengatakan Muthana bukan lagi warga negara AS dan tidak akan diizinkan kembali ke negara itu.

"Dia tidak memiliki dasar hukum, tidak ada paspor AS yang sah, tidak ada hak untuk paspor, atau visa untuk bepergian ke Amerika Serikat. Kami terus menyarankan semua warga AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Suriah," ujar Pompeo.

Muthana (24) meninggalkan Alabama pada 2014 untuk bergabung dengan kelompok militan dan menikahi pejuang ISIS. Ia mengatakan kepada surat kabar Inggris The Guardian bahwa dia membuat "kesalahan besar" dan bahwa dia dicuci otaknya untuk mengambil keputusan itu.
Minta Eropa Ambil Warganya, Trump Malah Larang Wanita ISIS Kembali ke AS

Ia berusaha untuk kembali ke rumahnya di AS bersama putranya yang berusia 18 bulan. Muthana tinggal di kamp pengungsi al-Hawl di Suriah utara.

"Saya melihat ke belakang sekarang dan saya pikir saya sangat sombong. Sekarang saya khawatir tentang masa depan anak saya. Pada akhirnya saya tidak memiliki banyak teman yang tersisa, karena semakin saya berbicara tentang penindasan ISIS, semakin saya kehilangan teman. Saya pernah dicuci otak sekali dan teman-teman saya masih dicuci otak," katanya, menggunakan akronim untuk kelompok ekstrimis itu.

Pengacara Muthana, Hassan Shibly, mengatakan akta kelahiran wanita itu menunjukkan dia lahir di Hackensack, N.J., pada tahun 1994.

Keputusan Trump ini bertentangan dengan seruannya kepada negara-negara Eropa. Trump baru-baru ini mengatakan kepada Inggris dan negara-negara Eropa lainnya untuk mengambil kembali dan mengadili para pejuang ISIS yang ditangkap dalam pertempuran terakhir melawan kelompok itu.

Dia memperingatkan bahwa alternatifnya adalah pasukan Kurdi pimpinan AS harus membebaskan mereka.

Baca juga: Trump Desak Eropa 'Ambil Kembali' Anggota ISIS
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
26 menit yang lalu
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
44 menit yang lalu
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
1 jam yang lalu
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
1 jam yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved