Jerman dan UE Kompak Tolak Seruan AS Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran

Sabtu, 16 Februari 2019 - 17:21 WIB
Jerman dan UE Kompak...
Jerman dan UE Kompak Tolak Seruan AS Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran
A A A
MUNICH - Jerman dan Uni Eropa (UE) menolak seruan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence agar Eropa menarik diri dari perjanjian nuklir dan mengisolasi Iran .

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas membela perjanjian yang diteken pada 2015 lalu di mana Iran secara drastis mengurangi program nuklirnya dengan imbalan bantuan sanksi.

"Bersama dengan Inggris, Prancis dan seluruh UE, kami telah menemukan cara untuk menjaga Iran dalam perjanjian nuklir sampai hari ini," kata Maas pada Konferensi Keamanan Munich seperti dilansir dari Middle East Eye, Sabtu (16/2/2019).

"Tujuan kami tetap menjadi Iran tanpa senjata nuklir, justru karena kami melihat dengan jelas bagaimana Iran membuat kestabilan wilayah," imbuhnya.

"Tanpa kesepakatan ini, kawasan itu tidak akan lebih aman dan benar-benar akan selangkah lebih dekat ke konfrontasi terbuka", tukasnya.

Sementara Kepala diplomatik UE, Federica Mogherini, mengatakan blok itu bertekad untuk mempertahankan implementasi penuh dari kesepakatan tersebut. Mogherini menggambar kesepakatan yang ditandatangan di Wina, Austria itu sangat vital bagi keamanan Eropa.

Berbicara pada konferensi yang sama, Mogherini mengatakan kesepakatan itu harus dipertahankan. Ia juga menegaskan bahwa untuk Eropa, kesepakatan itu menyangkut ini masalah keamanan.

"Jadi Anda dapat mengandalkan fakta bahwa Uni Eropa dan negara-negara anggotanya akan terus melayani kepentingan keamanan dan non-proliferasi menjaga implementasi penuh" dari kesepakatan itu," ujar Mogherini.

Pada sebuah konferensi di Timur Tengah di Warsawa pada hari Kamis, Pence mengecam retensi perjanjian nuklir oleh Eropa.

Dia juga mengkritik inisiatif baru-baru ini dari Prancis, Jerman dan Inggris untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan Eropa terus beroperasi di Iran meskipun ada sanksi AS.

Baca juga: Wapres AS Desak Eropa Turut Tinggalkan Kesepakatan Nuklir Iran

Pertentangan antara pejabat tinggi AS dan para pemimpin Eropa terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara sekutu tradisional Washington itu atas desakan Presiden Donald Trump untuk menekan Teheran.

Negara-negara Eropa dengan tegas menolak upaya AS untuk membuat mereka menarik diri dari kesepakatan. Tekanan itu meningkat setelah Trump memutuskan untuk meninggalkan perjanjian multilateral pada bulan Mei lalu.

Pemerintahan Trump menerapkan kembali sanksi ekonomi pada Teheran musim gugur lalu, termasuk pada sektor minyak negara itu, sejalan dengan penarikannya dari perjanjian nuklir.
(ian)
Berita Terkait
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
UE: Pembicaraan untuk...
UE: Pembicaraan untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran Hampir Rampung
Negosiator Pembicaraan...
Negosiator Pembicaraan Nuklir AS, UE dan Iran Gelar Pertemuan Mendadak di Wina
AS dan Eropa Khawatir...
AS dan Eropa Khawatir Israel Sedang Persiapkan Serangan ke Iran
Tim Inspektur IAEA Pertama...
Tim Inspektur IAEA Pertama Kembali ke Iran, Bersiap Mulai Bekerja
Trio Eropa Tolak Pengaktifkan...
Trio Eropa Tolak Pengaktifkan Klausul 'Snapback' Oleh AS
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
41 menit yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
1 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
8 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
9 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved