Cegah Kapal Perang AS-China Tabrakan, Pentagon Serukan Aturan Tegas

Jum'at, 08 Februari 2019 - 04:03 WIB
Cegah Kapal Perang AS-China...
Cegah Kapal Perang AS-China Tabrakan, Pentagon Serukan Aturan Tegas
A A A
WASHINGTON - Seorang petinggi Pentagon menyerukan pembuatan aturan yang lebih tegas yang mengatur pertemuan kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) dan China di perairan sengketa seperti Laut China Selatan. Seruan itu disampaikan setelah kapal perang kedua pihak pernah hampir bertabrakan di perairan sengketa.

"Jangan saling menghalangi, mengemudikan kapal di depan satu sama lain, serta melemparkan rintangan di depan kapal," kata Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana John Richardson saat menyampaikan saran dalam sebuah pertemuan yang digelar kelompok think tank Dewan Atlantik di Washington.

"Mari kita menjadikan yang bias untuk membuatnya mudah," ujar Richardson. Dia mengatakan AS harus mencari cara untuk melindungi Angkatan Laut-nya.

Angkatan Laut China dan AS menyetujui Code for Unplanned Encounters 2014 pada 2014. Itu adalah perjanjian yang tidak mengikat secara hukum yang mencegah ketegangan maritim dan penerbangan menjadi konflik besar. Angkatan Laut dari 21 negara mematuhi kode tersebut.

Negara-negara yang bersengketa dengan China atas wilayah Laut China Selatan dan wilayah Laut China Timur antara lain Filipina, Malaysia, Vietnam, Brunei dan Jepang.

Richardson mengatakan bahwa kehadiran Angkatan Laut AS yang konsisten di wilayah tersebut adalah untuk misi penegakan kebebasan navigasi. Dia menuntut lebih banyak cara untuk meminimalkan kemungkinan salah perhitungan antara kapal perang bersenjata berat di perairan sengkata.

Menurutnya, aturan berdasarkan sistem identifikasi otomatis berbasis transponder dapat digunakan untuk berbagi informasi penting di antara kapal untuk menghindari tabrakan.

"Jadi, hanya dengan menempatkan mekanisme penegakan hukum ini membuat lebih sulit untuk bermain cepat dan longgar dengan aturan," kata Richardson. "Tapi Anda harus bergerak untuk menegakkan hal-hal itu. Saya rasa banyak struktur, hanya saja kita harus sedikit lebih berotot dalam menegakkannya."

Pernyataan Richardson tentang "zona abu-abu" atau "rawan konflik" muncul ketika China dan AS terlibat dalam persaingan di banyak bidang. Kedua negara telah terlibat perang dagang terbesar dalam sejarah ekonomi. Kedua negara itu juga dikhawatirkan terlibat konfrontasi terkait sengketa Laut China Selatan dan masalah Taiwan.

AS juga prihatin dengan pertemuan "titik api" yang melibatkan Angkatan Laut Rusia di Mediterania Timur dan Laut Hitam.

Richardson mengatakan bahwa kunjungannya ke Beijing lalu untuk mencari pemahaman yang lebih baik dalam meminimalkan risiko konflik. Dia saat itu bertemu dengan Kepala Staf Gabungan Militer China, Jenderal Li Zuocheng dan petinggi militer lainnya, Wakil Laksamana Shen Jinglong.

"Kami memiliki kepentingan bersama di banyak bidang. Saya akan mengatakan semenanjung Korea yang didenuklirisasi adalah area di mana kami memiliki kepentingan bersama," kata Richardson, dikutip South China Morning Post, Jumat (8/2/2019). "Kami memiliki perbedaan, kami mempertimbangkan Laut China Selatan."
(mas)
Berita Terkait
Bertindak Agresif, AS...
Bertindak Agresif, AS dan Jepang Ancam 'Tekan' China
Menlu AS Blinken: China...
Menlu AS Blinken: China Bertindak Agresif dan Represif di Asia
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
32 menit yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
4 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved