Koalisi AS Tegaskan Kekalahan ISIS Bukan Akhir dari Pertempuran

Kamis, 07 Februari 2019 - 11:50 WIB
Koalisi AS Tegaskan...
Koalisi AS Tegaskan Kekalahan ISIS Bukan Akhir dari Pertempuran
A A A
WASHINGTON - Peperangan melawan ISIS akan tetap berlangsung meski mereka telah kehilangan kendali atas sejumlah wilayah di Irak dan Suriah . Hal itu ditegaskan oleh para menteri dari negara-negara anggota koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pernyataan bersama.

Kelompok itu memuji keberhasilan militer melawan ISIS tetapi mencatat bahwa hal itu diperoleh dengan biaya yang luar biasa. Mereka juga menekankan diperlukan keterlibatan lebih lanjut di Irak dan Suriah, di mana kelompok teroris itu masih ulet memberikan perlawanan.

"Kepemimpinan ISIS, afiliasi, dan pendukungnya memandang kerugian teritorialnya di Irak dan Suriah sebagai kemunduran, bukan sebagai kekalahan," bunyi pernyataan bersama itu.

"Sebagai tanggapan, ISIS semakin beralih ke taktik gerilyawan untuk mencoba mengguncang Suriah dan Irak. Secara paralel, ISIS berfokus pada peningkatan dukungan kepada cabang-cabang dan jaringan di seluruh dunia untuk meneruskan serangan dari lokasi yang lebih permisif, dan pada para teroris yang terinspirasi dari dalam negeri," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (7/2/2019).

Pernyataan tersebut menyusul rilis laporan PBB yang memperingatkan bahwa ISIS mengubah operasinya menjadi jaringan rahasia di Irak dan Suriah menyusul kekalahan militer di kedua negara.

"Satu dokumen yang diperoleh oleh Negara Anggota menggambarkan tujuan ISIS untuk periode pasca-kekhalifahan: untuk melemahkan kegiatan stabilisasi dan rekonstruksi, menargetkan upaya pembangunan kembali infrastruktur dan secara umum menghalangi kemajuan ekonomi," kata koalisi AS.

"Pusat gravitasi" kelompok itu diperkirakan akan tetap berada di Suriah dan Irak, di mana terdapat 14.000 hingga 18.000 militan serta cadangan keuangan berkisar antara USD50 juta dan USD300 juta.

Koalisi AS menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Irak untuk terus memberangus tempat perlindungan ISIS, mencegah ISIS menyebarkan para anggota, senjata, atau sumber dayanya dan menargetkan jaringan fasilitas ISIS.

Lebih lanjut dikatakan koalisi AS berdiri dengan rakyat Suriah dalam transisi politik yang difasilitasi PBB dan mengatakan mendukung upaya pemulihan dan stabilisasi lokal di negara itu "jika mungkin" di daerah-daerah yang dibebaskan dari ISIS.
(ian)
Berita Terkait
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
7 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
2 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved