Rusia Dilaporkan Akan Kerahkan Jet-jet Tempur ke Kutub Utara

Kamis, 07 Februari 2019 - 05:46 WIB
Rusia Dilaporkan Akan...
Rusia Dilaporkan Akan Kerahkan Jet-jet Tempur ke Kutub Utara
A A A
MOSKOW - Moskow dilaporkan akan mengerahkan dua skuadron pesawat jet tempur untuk patroli di Kutub Utara. Jika dikonfirmasi Kremlin, laporan yang diterbitkan media Rusia tersebut, akan menjadi tanda kelanjutan praktik Perang Dingin.

Surat kabar Izvestia, mengutip sumber-sumber Kementerian Pertahanan Rusia, melaporkan pada Kamis (7/2/2019), bahwa dua skuadron pesawat jet MiG-31BM akan berpatroli di wilayah udara Kutub Utara.

Langkah ini mengikuti penerbangan pelatihan Moskow di Kutub Utara yang terjadi tahun lalu dan akan kemungkinan diawasi ketat oleh Amerika Serikat (AS).

Tahun lalu, militer AS mengatakan bahwa dua pesawat pembom berkemampuan nuklir Rusia yang dikawal oleh dua jet tempur terbang di dekat Alaska pada 11 September.

Pesawat-pesawat Moskow itu dicegat oleh sepasang jet tempur siluman F-22 Angkatan Udara Amerika Serikat. Interaksi di dekat Alaska itu merupakan kedua kalinya dalam sebulan.

Gudang senjata militer Rusia juga menjadi sorotan. Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS baru-baru ini memperingatkan bahwa Washington tidak memiliki pertahanan yang bisa diandalkan untuk melindungi diri terhadap generasi baru senjata hipersonik yang sangat canggih dari China dan Rusia.

Tahun lalu, militer Moskow mengklaim berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir yang mampu menyusup pertahanan musuh. Pada bulan Desember, sebuah video yang di-posting oleh Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan jet tempur MiG-31 meluncurkan rudal Kinzhal hipersonik selama penerbangan pelatihan.

Awal bulan ini, AS secara resmi menangguhkan kewajibannya untuk mematuhi perjanjian kontrol senjata nuklir dengan Rusia yang dikenal sebagai INF Treaty 1987. Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan pemerintahan Trump bertindak setelah rudal yang dikembangkan Moskow melanggar perjanjian tersebut.

Namun, Kremlin membantah tuduhan tersebut dan menuntut bukti. Mengikuti langkah AS, Rusia pada akhirnya ikut menangguhkan kewajibannya dalam mematuhi Perjanjian INF 1987. Para pakar senjata Barat khawatir runtuhnya Perjanjian INF secara otomatis menjadi awal dimulainya perlombaan senjata baru.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
36 menit yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
1 jam yang lalu
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
2 jam yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
3 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
4 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved