Krisis Venezuela, Rouhani Kecam 'Komplotan' AS

Minggu, 03 Februari 2019 - 02:07 WIB
Krisis Venezuela, Rouhani...
Krisis Venezuela, Rouhani Kecam 'Komplotan' AS
A A A
TEHERAN - Presiden Iran , Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezuela . Demikian laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.

"Kami percaya bahwa rakyat Venezuela, dengan persatuan dan solidaritas bersama dengan pemerintah, akan menggagalkan plot ini seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya," kata Rouhani pada pertemuan dengan Duta Besar Venezuela yang baru Carlon Antonio Alcala Cordones, yang menyerahkan surat kepercayaannya kepada pemimpin Iran di Teheran.

Rouhani mengatakan AS menentang semua revolusi populer dan negara-negara merdeka serta ingin mendikte dominasinya di seluruh dunia.

"Duta Besar Venezuela yang baru, pada bagiannya, memuji dukungan dari pemimpin Iran," kutip Anadolu dari IRNA, Minggu (3/2/2019).

Venezuela telah diguncang oleh aksi protes sejak 10 Januari lalu ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat pada 23 Januari ketika Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Guaido kemudian menyerukan aksi protes baru pada hari Sabtu untuk menuntut Maduro menyerahkan kekuasaan setelah seminggu protes massa sporadis. Aksi demonstrasi terakhir berlangsung pada hari Rabu lalu bertepatan dengan deklarasi Guaido sebagai presiden sementara.

AS, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai pemimpin sah Venezuela, tetapi sejauh ini Maduro menolak seruan untuk mundur.

Sebaliknya, Maduro menuduh AS mengatur kudeta terhadap pemerintahnya. Namun ia mengatakan terbuka untuk berdialog dengan oposisi, tetapi bukan menggelar pemilu nasional yang baru.

Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido, dan mengutuk setiap campur tangan internasional dalam urusan Venezuela. Turki dan Iran juga menaruh perhatian pada Maduro.

AS telah memimpin kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara dan usaha patungan dengan mitra Nikaragua. Negara adidaya ini juga telah memperingatkan dampak serius jika Guaido dilukai.
(ian)
Berita Terkait
AS Jatuhkan Sanksi pada...
AS Jatuhkan Sanksi pada Maduro dan Iran, Venezuela Marah
Iran Kecam AS karena...
Iran Kecam AS karena Tutup Wilayah Udara Venezuela, Peringatkan Konsekuensinya
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Berita Terkini
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
25 menit yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
1 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
2 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
2 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
4 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved