Rusia Rilis Foto Pabrik AS yang Akan Produksi Rudal Terlarang
Minggu, 03 Februari 2019 - 01:10 WIB
Rusia Rilis Foto Pabrik AS yang Akan Produksi Rudal Terlarang
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah memulai persiapan untuk memproduksi rudal jarak menengah dan pendek yang dilarang perjanjian INF . Hal itu diungkapkan Rusia menyusul langkah AS menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian INF.
Menurut Rusia, persiapan itu telah dilakukan dua tahun sebelum menuduh Moskow melanggar perjanjian yang ditandatangani pada 1987 lalu. Tudingan itu diperkuat dengan gambar satelit dari pabrik Raytheon Corporation
"Persiapan untuk memproduksi rudal yang dilarang berdasarkan kesepakatan INF telah berlangsung selama dua tahun terakhir," kata Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (3/2/2019).
Gambar tertanggal 3 Desember 2018 itu menunjukkan pabrik tersebut berukuran 4.150 × 2.300 meter. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, kompleks pabrik itu berisi tiga unit produksi dan satu yang masih dalam pembangunan, serta area uji coba, stasiun listrik, dan fasilitas penyimpanan semi-bawah tanah.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menarik negaranya dari perjanjian INF sebagai respon atas keputusan AS menangguhkan semua kewajibannya berdasarkan perjanjian itu. Rusia akan mengembangkan rudal yang sebelumnya dilarang berdasarkan ketentuan tersebut.
“Tanggapan kita akan menjadi cermin. Mitra kami, AS, mengatakan bahwa mereka menghentikan keikutsertaan mereka dalam perjanjian itu, dan kami melakukan hal yang sama,” kata Putin di Moskow sehubungan dengan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).
"Mereka mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian dan pengujian (pada senjata baru) dan kami akan melakukan hal yang sama," jelas Putin.
Baca: Merespons AS, Putin Tarik Rusia dari Perjanjian INF
Menurut Rusia, persiapan itu telah dilakukan dua tahun sebelum menuduh Moskow melanggar perjanjian yang ditandatangani pada 1987 lalu. Tudingan itu diperkuat dengan gambar satelit dari pabrik Raytheon Corporation
"Persiapan untuk memproduksi rudal yang dilarang berdasarkan kesepakatan INF telah berlangsung selama dua tahun terakhir," kata Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (3/2/2019).
Gambar tertanggal 3 Desember 2018 itu menunjukkan pabrik tersebut berukuran 4.150 × 2.300 meter. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, kompleks pabrik itu berisi tiga unit produksi dan satu yang masih dalam pembangunan, serta area uji coba, stasiun listrik, dan fasilitas penyimpanan semi-bawah tanah.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menarik negaranya dari perjanjian INF sebagai respon atas keputusan AS menangguhkan semua kewajibannya berdasarkan perjanjian itu. Rusia akan mengembangkan rudal yang sebelumnya dilarang berdasarkan ketentuan tersebut.
“Tanggapan kita akan menjadi cermin. Mitra kami, AS, mengatakan bahwa mereka menghentikan keikutsertaan mereka dalam perjanjian itu, dan kami melakukan hal yang sama,” kata Putin di Moskow sehubungan dengan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).
"Mereka mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian dan pengujian (pada senjata baru) dan kami akan melakukan hal yang sama," jelas Putin.
Baca: Merespons AS, Putin Tarik Rusia dari Perjanjian INF
(ian)