Jenderal Iran Sesumbar Mampu Hancurkan Israel dalam 3 Hari

Jum'at, 01 Februari 2019 - 15:24 WIB
Jenderal Iran Sesumbar...
Jenderal Iran Sesumbar Mampu Hancurkan Israel dalam 3 Hari
A A A
TEHERAN - Seorang jenderal Iran mengatakan militernya telah mengembangkan "kapasitas strategis" untuk menghancurkan Israel. Dia mengklaim militernya mampu menghancurkan rezim Zionis hanya dalam waktu tiga hari.

"Kami memperingatkan mereka (Zionis Israel) bahwa jika perang baru pecah, itu akan mengakibatkan penghentian mereka," kata Brigadir Jenderal Hossein Salami, wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam sebuah konferensi di kota Mashhad, Iran, hari Kamis yang dikutip kantor berita Tasnim.

"Iran telah memperingatkan rezim Zionis untuk tidak bermain dengan api, karena mereka akan dihancurkan sebelum AS membantu mereka," ujarnya.

"Perang baru akan mengakibatkan kekalahan Israel dalam tiga hari, mereka tidak akan menemukan cukup kuburan untuk menguburkan orang-orang mati," imbuh dia, yang dilansir Times of Israel, Jumat (1/2/2019).

Komentar itu memperpanjang rentetan saling ejak antara para pemimpin Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Kedua pihak saling mengumbar retorika perang di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel-Suriah yang melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pasukan Iran.

Pada hari Selasa lalu, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, memperingatkan bahwa kelompok Hamas dan Hizbullah Lebanon siap untuk melepaskan "api neraka" pada negara Yahudi tersebut.

Komentar itu disampaikan dalam sebuah konferensi teknologi antariksa."Ratusan kilometer terowongan telah digali di bawah kaki (Israel), dan ketika pasukan perlawanan di Gaza dan Lebanon memiliki rudal dengan akurasi tepat, (maka) siap untuk menanggapi setiap perilaku Israel yang bodoh dengan sebuah 'api neraka'," paparnya.

Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mencerca kampanye Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menentang program rudal Iran. Program senjata itu menjadi salah satu alasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik Washington keluar kesepakatan nuklir tahun 2015 pada tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan Teheran.

"Musuh mengatakan kekuatan rudal Iran harus dihilangkan, tetapi kami telah berulang kali mengatakan kemampuan rudal kami tidak bisa dinegosiasikan," kata Hatami, dikutip Reuters.

Iran dan Israel telah terlibat bentrok di Suriah, di mana Tel Aviv berusaha untuk mencegah pasukan Teheran berkembang di negara Presiden Bashar al-Assad tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Mengatakan Israel...
AS Mengatakan Israel Bebas Tindak Iran
AS Dilaporkan Tolak...
AS Dilaporkan Tolak Permintaan Israel Percepat Pasokan Pesawat Tanker
Israel Nyatakan Siap...
Israel Nyatakan Siap Kerjasama dengan AS Soal Kesepakatan Nuklir Iran
Apakah Israel Coba Sabotase...
Apakah Israel Coba Sabotase Kesepakatan Nuklir Iran? Ini Kata Analis
Israel Nyatakan Tidak...
Israel Nyatakan Tidak akan Sejalan dengan AS Soal Kesepakatan Nuklir Iran
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
21 menit yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
1 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
1 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
3 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
4 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
5 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved