Eks Bos Intelijen Arab Saudi Dibohongi Obama soal Suriah

Selasa, 29 Januari 2019 - 10:57 WIB
Eks Bos Intelijen Arab...
Eks Bos Intelijen Arab Saudi Dibohongi Obama soal Suriah
A A A
RIYADH - Bekas kapal intelijen dan diplomat Arab Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan, mengungkap bahwa Barack Hussein Obama saat menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS) membohonginya soal penanganan terhadap rezim Suriah. Menurutnya, kebijakan luar negeri Obama pula yang membuat Rusia dan Iran menjadi berani.

Pangeran Bandar mengatakan Obama berbohong kepada Arab Saudi soal janjinya menindak rezim Suriah jika melanggar "garis merah" terkait dugaan penggunaan senjata kimia. Alih-alih bertindak, menurutnya, Obama justru melakukan kebalikannya.

Bandar bin Sultan sebelumnya menjabat sebagai kepala intelijen Arab Saudi dan sebagai duta besar negara tersebut untuk Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan Independent Arabia yang belum dipublikasikan secara penuh, Pangeran Bandar mengingat percakapan teleponnya dengan presiden Obama saat itu.

"Saya tidak menyangka bahwa (setelah) sepanjang hidup ini, saya akan melihat (hari) ketika seorang presiden Amerika berbohong kepada saya," katanya.

Selama tahun terakhirnya di kantor, Obama membuat pernyataan kurang ajar tentang serangan kimia di Suriah, yang berulang kali dituduh AS didalangi Damaskus. Namun, ketika serangan seperti itu terjadi, AS menahan diri dari ancaman untuk bertindak.

Rusia telah berulang kali memberikan bukti bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak berada di belakang serangan senjata kimia. Namun, AS dan sekutu-sekutunya mengatakan sebaliknya.

"Obama akan menjanjikan sesuatu dan (kemudian) melakukan yang sebaliknya," kesal Pangeran Bandar.

Dia ingat bagaimana Obama berulang kali mengecam Iran untuk program nuklirnya, tetapi akhirnya merundingkan apa yang disebut sebagai kesepakatan nuklir Iran, sebuah langkah yang menurut Bandar bin Sultan, dikompromikan "di belakang" Arab Saudi.

Dia berpendapat bahwa kuliah diplomatik Obama telah membawa Timur Tengah kembali 20 tahun ke belakang.

Mantan diplomat itu juga mengatakan bahwa tindakan AS telah membuat Rusia dan Iran berani untuk bergabung dengan Suriah dalam pertempuran melawan Daesh (ISIS) dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Rusia dan Iran adalah dua negara yang terlibat konflik Suriah atas permintaan resmi presiden Assad. Sedangkan pasukan koalisi, baik yang dipimpin Turki maupun AS, beroperasi di wilayah Suriah tanpa izin dari Damaskus.

Menurut Jerusalem Post, Selasa (29/1/2019), wawancara lengkap, yang juga mencakup pendapat Bandar bin Sultan tentang Suriah, Qatar, Israel dan Palestina, akan diterbitkan dalam beberapa hari mendatang.
(mas)
Berita Terkait
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
AS Peringatkan Potensi...
AS Peringatkan Potensi Serangan Iran ke Arab Saudi
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
44 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved