Tiga Orang Terluka dalam Pemboman Pos Polisi di Rakhine

Jum'at, 25 Januari 2019 - 13:33 WIB
Tiga Orang Terluka dalam...
Tiga Orang Terluka dalam Pemboman Pos Polisi di Rakhine
A A A
YANGON - Sebuah kelompok bersenjata tak dikenal meledakkan empat bom dan melepaskan sejumlah tembakan ke pos polisi Myanmar di negara bagian Rakhine utara pada Kamie pagi. Demikian laporan media pemerintah setempat.

Dua petugas polisi dan satu insinyur militer terluka dalam serangan itu seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat (25/1/2019).

Aksi kekerasan telah menimpa wilayah perbatasan Myanmar- Bangladesh selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2017, militer Myanmar membunuh ribuan Muslim Rohingya dan menelantarkan lebih dari 700 ribu orang sebagai tanggapan atas serangan terhadap pos-pos polisi oleh Pasukan Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA), sebuah kelompok pemberontak Rohingya.

Bulan ini, bentrokan meletus antara militer dan Tentara Arakan, kelompok pemberontak Buddha Rakhine, yang menggusur sekitar 6.000 warga sipil.

Serangan hari Kamis kemarin dilaporkan diluncurkan dari dalam wilayah Bangladesh, dan pelaku penyerangan belum diidentifikasi secara resmi.

Seorang pejabat lokal mengatakan kepada surat kabar The Irrawaddy bahwa pelaku penyerangan diidentifikasi sebagai anggota ARSA dalam laporan polisi, tetapi para ahli mengatakan serangan itu tidak menunjukkan tindakan khas ARSA.

Richard Horsey, seorang konsultan untuk International Crisis Group menulis di Twitter: "Saya meragukan klaim bahwa ARSA memiliki artileri atau senjata berat lainnya. Mereka hanya menggunakan senapan serbu dan (alat peledak rakitan) hingga saat ini. Saya menduga kesalahan pelaporan, tetapi jika dikonfirmasi, ini merupakan perkembangan yang signifikan."

Pihak berwenang Myanmar telah membuat kebingungan tentang situasi keamanan di negara bagian Rakhine, yang menghubungkan serangan 16 Januari terhadap pos polisi dengan Tentara Arakan sebelum kemudian menyalahkan ARSA.

Pemerintah Myanmar memanggil duta besar Bangladesh pada hari Kamis dan meminta agar Bangladesh bekerja sama untuk mencegah wilayahnya digunakan untuk "terorisme".
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
20 menit yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
1 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
2 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
3 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved