Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan 52 Ekstrimis Al-Shabaab

Minggu, 20 Januari 2019 - 05:28 WIB
Serangan Udara AS di...
Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan 52 Ekstrimis Al-Shabaab
A A A
MOGADISHU - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya melakukan telah serangan udara di Somalia yang menewaskan 52 ekstremis al-Shabab. Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan terhadap pasukan Somalia.

Sebuah pernyataan Komando Afrika AS mengatakan serangan udara itu terjadi pada Sabtu di dekat Jilib di wilayah Juba Tengah. AS mengatakan pasukan Somalia diserang oleh "kelompok besar" ekstremis yang terkait al-Qaida seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (20/1/2019).

AS mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mencegah al-Shabaab dari mengambil keuntungan dari tempat berlindung yang aman dari mana mereka dapat membangun kapasitas dan menyerang warga Somalia.

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa banyak pasukan Somalia terbunuh atau terluka. Tidak ada laporan orang Amerika terbunuh atau terluka dalam serangan tersebut.

Al-Shabaab menegaskan melalui kantor berita Shahada bahwa serangannya terhadap dua pangkalan militer Somalia menewaskan sedikitnya 41 tentara. Pernyataan itu menggambarkan lokasi serangan sebagai daerah Bar Sanjuni dekat kota pelabuhan Kismayo.

Tidak ada komentar langsung dari pemerintah Somalia.

Di negara tetangga Ethiopia, televisi pemerintah mengutip kementerian pertahanan mengatakan lebih dari 60 pejuang al-Shabaab telah terbunuh dan empat kendaraan yang sarat dengan bahan peledak telah "dihancurkan".

Ethiopia berkontribusi pasukan untuk misi penjaga perdamaian multinasional Uni Afrika di Somalia dan memiliki pasukan di sana secara independen di bawah komando tentara Ethiopia.

Al-Shabaab mengontrol sebagian besar pedesaan Somalia selatan dan tengah dan terus melakukan pemboman bunuh diri tingkat tinggi dan serangan lainnya di Ibu Kota, Mogadishu, dan di tempat lain. Kelompok ini juga mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di sebuah kompleks hotel mewah di Nairobi, Kenya pada Selasa lalu.

Baca: Kelompok Teroris Al-Shabaab Serang Ibu Kota Kenya

AS secara dramatis telah meningkatkan serangan udara terhadap al-Shabaab di Somalia sejak Donald Trump menjabat, melakukan setidaknya 47 serangan seperti itu tahun lalu. Beberapa telah menargetkan pemimpin puncak atau pejabat keuangan utama kelompok itu. Kelompok ekstremis tersebut mendanai serangannya dengan jaringan luas "perpajakan" dan pemerasan.

Pada Oktober, AS mengatakan serangan udara menewaskan sekitar 60 ekstrimis di dekat komunitas Harardere yang dikendalikan al-Shabaab di provinsi Mudug di bagian tengah negara itu.

"Serangan udara menghambat kelompok ekstrimis itu tetapi belum secara serius menurunkan kemampuan al-Shabaab untuk melakukan serangan baik di dalam maupun di luar Somalia," kata Matt Bryden dari Sahan Research, seorang ahli ekstremis, setelah serangan hotel Nairobi.

Serangan udara saja tidak dapat mengalahkan para ekstremis, kata Bryden, dan harus dikombinasikan dengan serangan-serangan yang lebih berbasis darat serta kampanye non-militer untuk memenangkan penduduk dari daerah-daerah yang dikuasai para ekstremis.
(ian)
Berita Terkait
Anggota Parlemen Amerika...
Anggota Parlemen Amerika Serikat yang Berhijab, Semuanya Keturunan Somalia
Trump Tarik Pasukan...
Trump Tarik Pasukan AS, Warga Somalia Kecewa Berat
Trump Perintahkan Tarik...
Trump Perintahkan Tarik Sebagian Besar Pasukan AS dari Somalia
Profil Bilal al-Sudani...
Profil Bilal al-Sudani Pemimpin Senior ISIS yang Terbunuh dalam Serangan Militer
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Kecam Trump yang Sebut Imigran Somalia sebagai Sampah
Trump Hina Para Imigran...
Trump Hina Para Imigran Somalia dengan Sebutan Sampah
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
39 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved