Seteru Berlanjut, Malaysia Merasa Sangat Jijik dengan Tuduhan Israel

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:37 WIB
Seteru Berlanjut, Malaysia...
Seteru Berlanjut, Malaysia Merasa Sangat Jijik dengan Tuduhan Israel
A A A
KUALA LUMPUR - Perseteruan antara Kuala Lumpur dengan rezim Zionis berlanjut. Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah merasa "sangat jijik" dengan Kementerian Luar Negeri Israel yang menuduh Kuala Lumpur menentang semangat Olimpiade dan menyebut Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai seorang anti-Semit yang fanatik.

Perseteruan ini bermula dari sikap pemerintah Mahathir yang melarang setiap atlet Israel berpartisipasi dalam kejuaraan Para Renang Dunia yang diselenggarakan di negara tetangga Indonesia tersebut. Pemerintah Mahathir bahkan melarang semua warga rezim Zionis meramaikan acara olahraga yang akan digelar Juli mendatang di Sarawak.

Sikap pemerintah Mahathir itu dikecam Israel. Menurut pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu larangan itu diilhami oleh sikap anti-Semitisme Mahathir.

"Israel tidak memiliki hak untuk berbicara tentang nilai-nilai moral ketika mereka sendiri bertolak belakang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Menteri Saifuddin Abdullah yang dikutip dari The Star, Sabtu (19/1/2019), mengatakan selama lebih dari setengah abad Israel terus mengabaikan hak-hak rakyat Palestina sambil melakukan kebijakan dan praktik yang tidak manusiawi. Menurutnya, tindakan rezim Zionis itu jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Dia menegaskan bahwa Malaysia telah dan akan selalu menjadi pendukung setia perjuangan Palestina, yang ditopang oleh komitmen jangka panjangnya terhadap pemulihan hak-hak dan kebebasan Palestina.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengatakan Israel tidak bisa disangkal sebagai negara munafik terbesar.

Dia mengatakan Israel mengecam Malaysia karena "mempolitisasi olahraga", tetapi Israel lupa bagaimana mereka secara ilegal menunjuk diri mereka sebagai "penjaga" Palestina dengan memutuskan siapa yang bisa dan tidak bisa bermain melawan atlet Palestina di negara mereka sendiri.

“Apakah Israel munafik lupa bagaimana mereka secara ilegal mengontrol atlet Palestina mana yang dapat meninggalkan tanah airnya untuk pelatihan atau turnamen?," katanya.

"Bukankah itu politisasi olahraga? Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, saya berdiri teguh dengan keputusan Malaysia," ujarnya.

Sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon telah meminta Komite Paralimpiade Internasional, yang mengorganisir kompetisi, untuk mengubah lokasi kejuaraan jika tidak dapat membujuk Malaysia untuk mencabut larangan tersebut.

"Ini memalukan dan sama sekali menentang semangat Olimpiade," kata Nahshon dalam sebuah pernyataan.

Perenang dari sekitar 70 negara diperkirakan akan bersaing dalam kejuaraan 29 Juli-4 Agustus di Sarawak. Acara itu merupakan kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020.
(mas)
Berita Terkait
Pria Malaysia Ditangkap...
Pria Malaysia Ditangkap karena Dukung Hubungan Diplomatik dengan Israel
Bantah Klaim Menteri...
Bantah Klaim Menteri Israel, Malaysia: Kami Teguh Dukung Perjuangan Palestina
Cara Malaysia Bela Palestina,...
Cara Malaysia Bela Palestina, dari Aksi Rakyat hingga Manuver Diplomatik PM Anwar Ibrahim
ASEAN Desak Israel Hentikan...
ASEAN Desak Israel Hentikan Genosida Palestina
Mossad Incar Tokoh Palestina...
Mossad Incar Tokoh Palestina di Malaysia, Kuala Lumpur Pasang Badan
Mahathir Desak Negara-negara...
Mahathir Desak Negara-negara Muslim Kaya Lawan Israel dengan Senjata Finansial
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
2 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
3 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
5 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
5 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved