Deteksi Misil Musuh, AS Inginkan Sensor Rudal Berbasis Ruang Angkasa

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB
Deteksi Misil Musuh,...
Deteksi Misil Musuh, AS Inginkan Sensor Rudal Berbasis Ruang Angkasa
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Donald Trump menghendaki ruang angkasa sebagai basis sensor sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk mendeteksi setiap misil jarak jauh negara-negara musuh sebelum diluncurkan. Pemerintah Trump juga meminta dilakukan penelitian yang memungkinkan laser bisa digunakan untuk melawan misil balistik yang diluncurkan "negara-negara jahat".

Presiden Donald Trump dijadwalkan akan mengunjungi Pentagon pada hari Kamis (17/1/2019) waktu setempat untuk secara resmi mengungkap Tinjauan Pertahanan Rudal Pentagon.

Peninjauan pertama dari jenisnya yang dilakukan sejak 2010 tersebut akan memberikan jalan di depan untuk bagaimana Amerika Serikat dapat terus menghadapi ancaman misil balistik yang mengancam Amerika, sekutu serta mitra regionalnya.

Untuk sementara, tinjauan baru berfokus secara eksklusif pada ancaman rudal balistik. Namun, untuk tahap berikutnya, tinjauan akan diperluas cakupan untuk memasukkan ancaman rudal jelajah dan hipersonik yang dikembangkan oleh Rusia dan China.

"Ini benar-benar pandangan komprehensif pada kemampuan dan program serta postur pertahanan rudal kami," kata seorang pejabat senior administrasi Trump kepada wartawan sebelum tinjauan itu dirilis. "Baik apa yang kita miliki saat ini, apa yang ingin kita perbaiki, dan kemudian apa program generasi selanjutnya yang ingin kita investasikan untuk maju dan tetap di depan (melawan) ancaman," ujarnya, seperti dikutip ABC News.

Titik utama penekanan dalam tinjauan ini adalah kemampuan berbasis ruang yang dapat membantu AS tetap unggul di depan dalam menghadapi ancaman musuh.

"Ruang angkasa adalah kunci untuk langkah pertahanan misil berikutnya," kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut.

Sistem pertahanan rudal AS saat ini terdiri dari pendekatan berlapis dari rudal pencegat di atas kapal Angkatan Laut dan pencegat darat jarak jauh yang berbasis di Alaska dan California.

Departemen Pertahanan akan melihat lapisan sensor berbasis ruang angkasa yang dapat meningkatkan sistem peringatan dini untuk melacak rudal musuh sebelum diluncurkan.

Amerika Serikat memiliki 44 pencegat rudal berbasis darat yang ditempatkan di Fort Greeley di Alaska dan Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California yang dirancang untuk mencegat rudal Korea Utara yang mungkin menuju Amerika Serikat. Jumlah pencegat berbasis darat sudah dijadwalkan akan meningkat menjadi 64 pada tahun 2023.

Pejabat administrasi Trump itu menambahkan Tinjauan Pertahanan Rudal akan terus mempelajari kelayakan penciptaan situs ketiga di tempat lain di benua Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman dari rudal jarak jauh Iran.

Tinjauan itu kemungkinan akan membuat Rusia dan China marah karena mengeksplorasi ruang angkasa untuk militer. Namun, pejabat administrasi Trump itu menekankan bahwa sistem pertahanan rudal Amerika murni bersifat defensif dan diarahkan pada ancaman "negara-negara jahat". Pejabat itu juga mencatat bahwa Amerika Serikat terus mengandalkan persenjataan nuklirnya untuk mencegah potensi serangan nuklir dari Rusia atau pun China.
(mas)
Berita Terkait
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
4 Negara Musuh AS Paling...
4 Negara Musuh AS Paling Berbahaya, 3 di Antaranya Punya Bom Nuklir
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Termasuk Iran dan Korut,...
Termasuk Iran dan Korut, Delapan Negara Ini Tidak Mungkin Diinvasi
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
Berita Terkini
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
15 menit yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
35 menit yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
59 menit yang lalu
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
1 jam yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved