AS dan Inggris Gelar Latihan Militer Bersama di LCS

Kamis, 17 Januari 2019 - 05:44 WIB
AS dan Inggris Gelar...
AS dan Inggris Gelar Latihan Militer Bersama di LCS
A A A
BEIJING - Kapal perang Amerika Serikat (AS) dan Inggris melakukan pelayaran bersama di Laut China Selatan (LCS) yang dipersengketakan dalam latihan militer bersama selama enam hari. Demikian yang dikatakan oleh Armada ke-7 Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

Latihan menyapu laut ini dilakukan untuk pertama kalinya sejak China membangun pos-pos strategis di laut, yang dipandang sebagai jalur perairan yang sangat penting untuk perdagangan internasional.

Latihan tersebut mencakup komunikasi, taktik pembagian dan pertukaran personel yang dirancang untuk mengatasi prioritas keamanan maritim bersama, meningkatkan interoperabilitas, dan mengembangkan hubungan yang akan menguntungkan kedua angkatan laut selama bertahun-tahun yang akan datang.

Latihan di jalur perairan yang strategis itu melibatkan kapal perusak berpeluru kendali USS McCampbell dan kapal frigat Angkatan Laut Inggris HMS Argyll.

“Kami secara rutin berlatih dengan sekutu dan mitra regional, tetapi ini adalah kesempatan langka bagi tim saya untuk bekerja dengan Angkatan Laut Inggris”, Allison Christy, komandan USS McCampbell, mengatakan dalam pernyataan Angkatan Laut AS seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (17/1/2019).

Langkah itu dilakukan tak lama setelah latihan perang anti-kapal selam trilateral antara Angkatan Laut AS, Angkatan Laut Inggris, dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang pada 21-22 Desember lalu. Juga, awal bulan ini kapal yang sama, USS McCampbell, melintas dalam jarak 12 mil laut dari Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh China, Vietnam dan Taiwan, dalam suatu langkah yang oleh Angkatan Laut AS disebut sebagai kebebasan navigasi yang dimaksudkan untuk “latihan navigasi” menantantang klaim maritim yang berlebihan.

Agustus lalu, kapal Inggris lain, kapal serbu amfibi HMS Albion, mendekati rantai pulau yang sama, dengan insiden yang diikuti oleh yang lain, di mana kapal perang AS dan China berada di ambang tabrakan langsung dari rantai kepulauan Spratly.

Mengatasi klaim China di wilayah tersebut, Presiden Trump menandatangani apa yang disebut "Undang-Undang Inisiatif Reasuransi Asia 2018" menjadi undang-undang akhir tahun lalu.

Menurut Gedung Putih, undang-undang tersebut, yang memberikan otorisasi USD1,5 miliar untuk melawan pengaruh strategis China di seluruh dunia, menetapkan strategi multi-langkah untuk memajukan kepentingan keamanan dan ekonomi AS di kawasan Indo-Pasifik.

Berkenaan dengan ini, sebuah think-tank yang berbasis di Washington sebelumnya memperingatkan bahwa Angkatan Laut AS berisiko kehilangan mahkotanya sebagai yang terkuat, mengingat tantangan yang ditimbulkan oleh kekuatan besar seperti China dan Rusia.

China dan setengah lusin negara lain, termasuk Brunei, Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan memiliki klaim atas bagian Laut China Selatan, jalur air yang strategis dan penting secara ekonomi, yang meliputi jalur laut vital yang dilalui sekitar USD3 triliun perdagangan global setiap tahunnya.
(ian)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
11 menit yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
1 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
2 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
2 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved