Pentolan Milisi Komunis Italia Ditangkap di Bolivia

Senin, 14 Januari 2019 - 01:19 WIB
Pentolan Milisi Komunis...
Pentolan Milisi Komunis Italia Ditangkap di Bolivia
A A A
BRASILIA - Seorang pentolan kelompok milisi komunis Italia, Cesare Battisti ditangkap di Bolivia dan akan diekstradisi ke Brazil dan kemudian ke Italia. Battisiti telah menjadi buruan Italia selama beberapa dekat terakhir, atas empat pembunuhan yang dikaitkan dengan kelompok sayap kiri pada medio 1970-an.

Italia telah berulang kali meminta ekstradisi Battisti, yang telah tinggal di Brazil selama bertahun-tahun di bawah perlindungan mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang sekarang dipenjara karena kasus korupsi.

"Teroris Italia Cesare Battisti ditahan di Bolivia dan akan segera dibawa ke Brazil, dari mana ia mungkin akan dikirim ke Italia untuk menjalani hukuman seumur hidup," kata Filipe G. Martins, penasihat senior untuk urusan internasional Presiden Brazil, Jair Bolsonaro.

Battisti dilaporkan ditangkap pada Sabtu malam di kota Santa Cruz de la Sierra, Bolivia. Kabar penangkapan ini langsung digaungkan oleh Duta Besar Italia untuk Brazil, Antonio Bernardini.

“Battisti telah ditangkap! Demokrasi lebih kuat daripada terorisme!" kata Bernardini melalui akun Twitternya, seperti dilansir South China Morning Post pada Minggu (13/1).

Battisti melarikan diri dari penjara Italia setelah dinyatakan bersalah pada tahun 1979 karena menjadi anggota kelompok kiri terlarang, Proletar Bersenjata untuk Komunisme.

Dia kemudian dihukum karena membunuh dua polisi Italia, mengambil bagian dalam pembunuhan seorang tukang daging, dan membantu merencanakan pembunuhan seorang pedagangan perhiasan. Battisti mengaku sebagai bagian dari kelompok itu, tetapi membantah bertanggung jawab atas empat pembunuhan tersebut.

Sebelum melarikan diri ke Brazil, dia sempat berlindung di Prancis selama beberapa tahun. Saat lari ke Brazil, dia sempat ditangkap dan dipenjara pada tahun 2007.

Namun, pada tahun 2010, Lula, yang menjadi Presiden Brazil saat itu mengeluarkan sebuah dekrit, yang kemudian dipertegas oleh Mahkamah Agung Brazil, yang berisi penolakan untuk mengektradisi Battisti. Bukan hanya menolak mengekstradisi Battisti, Lula juga memutuskan untuk membebaskan pria 64 tahun tersebt, yang membuat marah Roma.

Battisti, yang memiliki seorang putra di Brazil, tahun lalu mengatakan ia akan menghadapi "penyiksaan" dan kemungkinan akan dibunuh jika ia ingin dikirim kembali ke Italia.
(esn)
Berita Terkait
Lubang Misterius Telan...
Lubang Misterius Telan Sejumlah Kendaraan Di Napoli, Italia
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Genoa Resmi Rekrut Legenda...
Genoa Resmi Rekrut Legenda AC Milan jadi Pelatih
Gasak Cagliari, Juventus...
Gasak Cagliari, Juventus Dekati 5 Besar Klasemen Liga Italia
Mengintip Jersey Anyar...
Mengintip Jersey Anyar Inter Milan
Kerap Salah Duga, Mafia...
Kerap Salah Duga, Mafia Italia 'Paksa' Ambulan Matikan Sirine
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
1 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
2 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved