Rouhani: Sanksi AS Tidak Akan Membuat Iran Bertekuk Lutut

Selasa, 25 Desember 2018 - 16:01 WIB
Rouhani: Sanksi AS Tidak...
Rouhani: Sanksi AS Tidak Akan Membuat Iran Bertekuk Lutut
A A A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan sanksi Washington akan mempengaruhi kehidupan Iran dan pertumbuhan ekonomi. Namun ia menegaskan sanksi tersebut tidak akan membuat Teheran bertekuk lutut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran pada Mei lalu. Ia juga menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, termasuk pada industri minyaknya yang vital.

"Tujuan Amerika adalah untuk membuat sistem Islam Iran bertekuk lutut dan itu akan gagal dalam hal ini, tetapi sanksi sudah pasti akan mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan pembangunan negara dan pertumbuhan ekonomi," kata Rouhani kepada parlemen dalam pidato yang disiarkan langsung oleh negara televisi seperti disitir dari Arab News, Selasa (25/12/2018).

Ia lantas memberikan nilai rancangan anggaran sekitar 4,700 triliun real untuk Iran pada tahun berikutnya yang dimulai pada 21 Maret 2019. Di bawah nilai tukar tidak resmi, anggaran tersebut setara dengan sekitar USD47 miliar.

Awal bulan ini, Rouhani menyebut sanksi AS sebagai "terorisme ekonomi" yang akan membahayakan upaya untuk memerangi teror dan penyelundupan narkoba, serta mengarah pada peningkatan jumlah pencari suaka.

"Saya memperingatkan mereka yang menjatuhkan sanksi bahwa jika kemampuan Iran untuk memerangi narkoba dan terorisme terpengaruh, Anda tidak akan aman dari banjir narkoba, pencari suaka, bom dan terorisme," katanya.

"Sanksi Amerika yang tidak adil dan ilegal terhadap negara terhormat Iran telah menargetkan negara kami dalam contoh nyata terorisme," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi dari konferensi tentang terorisme dan kerja sama regional yang dihadiri oleh pembicara parlemen dari Afghanistan, China, Pakistan, Rusia dan Turki seperti dinukil dari Times of Israel.

"Kami di sini untuk mengatakan bahwa kami tidak bermaksud untuk mentolerir penghinaan seperti itu."
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
14 menit yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
33 menit yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
1 jam yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
2 jam yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
2 jam yang lalu
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved