Naturalisasi di Denmark Wajibkan Salaman, Termasuk Lawan Jenis

Jum'at, 21 Desember 2018 - 15:39 WIB
Naturalisasi di Denmark...
Naturalisasi di Denmark Wajibkan Salaman, Termasuk Lawan Jenis
A A A
COPENHAGEN - Parlemen Denmark menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang didukung pemerintah tentang syarat utama bagi warga asing untuk bisa dinaturalisasi. Syarat itu adalah salaman, termasuk antarlawan jenis, saat upacara naturalisasi.

RUU itu sebelumnya dikritik karena dianggap mendiskriminasikan kaum Muslim yang sebagian meyakini bahwa salaman lawan jenis yang non-muhrim dilarang.

RUU itu didukung oleh tiga partai di Denmark pendukung pemerintah, di antaranya Partai Konservatif dan Partai Rakyat Denmark dikenal dengan sikap anti-imigran.

Perubahan pada upacara naturalisasi itu mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019. Beberapa wali kota telah mengatakan bahwa mereka akan mengabaikan pedoman baru tersebut.

Wali Kota Kerteminde, Kasper Ejsing Olese, sejauh ini menyiratkan bahwa dia lebih suka tidak muncul di tempat kerja daripada memaksa seorang pemohon kewarganegaraan untuk menjabat tangannya.

“Berjabat tangan tidak menunjukkan apakah Anda terintegrasi atau tidak. Saya pikir saya mungkin akan menemukan alasan dan wakil wali kota akan datang untuk bekerja pada hari itu," kata Olesen kepada Guardian.

Selain jabat tangan, upacara naturalisasi akan dihiasi pita merah yang akan membebani para calon warga baru sebesar 2.400 kroner (USD370). Beban biaya itu membengkak dari jumlah saat ini, yakni sebesar 1.200 kroner (USD183).

Namun, para pendukung pedoman baru tersebut percaya bahwa itu adalah harga yang wajar untuk dibayar jika ingin menjadi warga Denmark.

“Ketika Anda mempertimbangkan bahwa Anda menerima hadiah kewarganegaraan Denmark, saya benar-benar tidak berpikir itu mahal. Saya pikir itu adalah hadiah yang sangat besar dan berharga," kata juru bicara Partai Rakyat, Christian Langball, yang dikutip The Local, Jumat (21/12/2018).

Menteri Integrasi Denmark Inger Stojberg, menepis kritik terkait aturan baru itu. Menurutnya, jabat tangan adalah bagian yang benar-benar alami dari upacara naturalisasi.

Stojberg mengatakan bahwa seorang juru bicara Hizbut Tahrir, sebuah kelompok Islam yang secara terbuka mendukung pembentukan khilafah, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan menjadi warga negara Denmark jika aturan itu berlaku secara retroaktif.

“Saya bertanya apakah dia akan menasihati para pengikutnya di Hizbut Tahrir untuk meneruskan seruannya, dan dia mengatakan akan melakukannya. Dan itulah yang kami inginkan dengan upacara naturalisasi," kata menteri tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Dianggap Menggangu,...
Dianggap Menggangu, Parpol di Denmark Minta Adzan Dilarang
Denmark Diunggulkan...
Denmark Diunggulkan atas Tim Debutan Finlandia
Hasil Denmark Open 2022:...
Hasil Denmark Open 2022: Comeback Impresif, Jonatan Christie Atasi Lee Cheuk Yiu
Hasil Denmark Open 2021:...
Hasil Denmark Open 2021: Singkirkan Prannoy, Jonatan Christie Tantang Andalan Jepang di Babak Kedua
Hasil Denmark Open 2021:...
Hasil Denmark Open 2021: Disingkirkan Duet Thailand, Praveen Jordan/Melati Daeva Gagal ke Final
Youtuber Denmark Perbaiki...
Youtuber Denmark Perbaiki Jembatan Rusak di Wakatobi, Kades: Masih Layak Pakai
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
9 menit yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
1 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
2 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
3 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
4 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved