Lindungi WNI di Luar Negeri, Kemlu Punya Tiga Strategi

Rabu, 19 Desember 2018 - 00:40 WIB
Lindungi WNI di Luar...
Lindungi WNI di Luar Negeri, Kemlu Punya Tiga Strategi
A A A
BANDUNG - Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi, mengungkap sejumlah strategi pemerintah dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.

Berbicara saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Pasudan (UNPAS) di Bandung, Andri menuturkan setidaknya ada tiga strategi Indonesia dalam perlindungan WNI di luar negeri. Tiga strategi itu adalah pencegahan, deteksi dini dan respons cepat.

"Sebagai bagian dari empat pilar utama diplomasi Indonesia, upaya perlindungan WNI di luar negeri dilakukan oleh Kemenlu dengan melakukan penanganan kasus, penguatan kelembagaan, dan diplomasi pelindungan," ucap Andri pada Selasa (18/12/2018).

"Selama 2014 hingga 2018, Kemenlu berhasil melakukan repatriasi 181.942 WNI atau tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah. Kemenlu juga berhasil menyelesaikan 51.088 kasus, mengevakuasi 16.432 WNI, membebaskan 36 dari 38 sandera, membebaskan 446 WNI dari 618 hukuman mati, dan mengembalikan Rp408 milyar hak finansial para tenaga kerja Indonesia," tuturnya.

Ia lalu mengatakan untuk meningkatkan upaya pelindungan, Kemenlu telah mengembangkan inovasi Diplomasi Perlindungan: SMS blast, hotline, single database policy, portal peduli WNI, Safe Travel, Protection yakni perlindungan berbasis teknologi.

Paska menyampaikan kuliah umum, Andri mengajak para mahasiswa untuk berpartisipasi dalam upaya Perlindungan WNI dengan mengunduh aplikasi Safe Travel.

Selain di UNPAS pada hari yang sama kuliah umum juga diselenggarakan Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI), Universitas Langlangbuana, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Islam Bandung (UNISBA), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, sebagai bagian dari acara DiploFest.

DiploFest merupakan pengejawantahan visi Nawacita Presiden Joko Widodo melalui Diplomasi Membumi. DiploFest juga merupakan upaya untuk menghadirkan diplomasi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, kegiatan ini diselenggarakan di Yogyakarta pada Oktober 2018 dan di Surabaya pada November 2018.

Melalui Diplofest, Kementerian Luar Negeri secara khusus berupaya mengenalkan tugas-tugas diplomat Indonesia di berbagai negara dan organisasi internasional kepada kalangan muda sebagai generasi penerus pelaku diplomasi di masa depan. Diharapkan peran aktif masyarakat dan generasi muda akan terus meningkat.
(ian)
Berita Terkait
Potret 26 WNI Tiba di...
Potret 26 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Afghanistan
Perlindungan WNI dan...
Perlindungan WNI dan Arsitektur Diplomasi Indonesia
Destructive Fishing...
Destructive Fishing Watch: Jam Kerja ABK Panjang dan Kerap Tidak Dibayar
Cegah Eksploitasi, Pemerintah...
Cegah Eksploitasi, Pemerintah Harus Benahi Aturan Pengiriman ABK ke Luar Negeri
155.000 WNI Kembali...
155.000 WNI Kembali ke Indonesia, 3.822 Terkonfirmasi Positif Corona
Kemlu: Tiga WNI yang...
Kemlu: Tiga WNI yang Diculik di Gabon Telah Bebas
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
20 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Kisaran Gaji Rektor...
Ini Kisaran Gaji Rektor di Perguruan Tinggi Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved