AS Masih Tidak Berniat Ikut Kesepakatan Iklim Paris

Minggu, 16 Desember 2018 - 11:21 WIB
AS Masih Tidak Berniat...
AS Masih Tidak Berniat Ikut Kesepakatan Iklim Paris
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak berniat untuk berpartisipasi dalam Perjanjian Paris tentang perubahan iklim. Hal itu dikatakan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, setelah konferensi iklim PBB di Katowice Polandia.

"Posisi pemerintahan pada Perjanjian Paris tetap tidak berubah. Pada 1 Juni 2017, Presiden mengumumkan Amerika Serikat bermaksud untuk menarik diri dari Perjanjian Paris, tidak ada ketentuan yang lebih menguntungkan bagi rakyat Amerika," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (16/12/2018).

Menurut Departemen Luar Negeri, selama konferensi, AS menekankan pendekatan yang seimbang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi lingkungan.

"Selama COP24, Amerika Serikat menyoroti pendekatan yang seimbang yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keamanan energi, dan melindungi lingkungan. Pendekatan yang seimbang ini mendapatkan traksi dengan negara-negara mitra pragmatis yang mengakui kita dapat melindungi pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi sambil menjaga lingkungan," kata pernyataan itu.

Konferensi Para Pihak ke-24 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP24) berlangsung pada 2-14 Desember. Tujuan utama para peserta konferensi adalah untuk membahas cara-cara menerapkan Kesepakatan Paris 2015 tentang perubahan iklim.

Bahaya perubahan iklim menjadi lebih jelas setahun yang lalu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS, salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia, akan menarik diri dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Washington secara resmi memberitahukan PBB tentang niatnya pada 4 Agustus 2017. Namun, negara itu tidak dapat secara resmi keluar dari kesepakatan sampai 4 November 2020.

Kesepakatan iklim Paris, dibuat dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, mulai berlaku pada tanggal 4 November 2016. Kesepakatan ini telah diratifikasi oleh 184 dari 197 pihak untuk perjanjian tersebut. Kesepakatan ini bertujuan untuk menjaga peningkatan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
1 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
2 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
4 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
5 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
5 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved