Nigeria Cabut 'Hukuman' untuk UNICEF

Sabtu, 15 Desember 2018 - 11:18 WIB
Nigeria Cabut Hukuman...
Nigeria Cabut 'Hukuman' untuk UNICEF
A A A
MAIDUGURI - Militer Nigeria mencabut penangguhan kegiatan Badan Anak-anak Internasional PBB, UNICEF, di timur laut negara itu. Pencabutan itu dilakukan beberapa jam setelah diberlakukan di tengah tuduhan staf UNICEF menjadi mata-mata untuk kelompok militan di wilayah yang bergolak.

Nigeria timur laut telah terkoyak oleh pemberontakan satu dekade Boko Haram dan kelompok sempalannya Negara Islam Afrika Barat, di mana lebih dari 30 ribu orang telah tewas dan banyak lagi diusir dari rumah mereka. Dengan jutaan orang mengungsi, timur laut sangat bergantung pada bantuan internasional.

Sebelumnya pada hari Jumat, militer Nigeria mengatakan UNICEF telah melatih orang-orang untuk menyabot upaya kontra-pemberontakan pasukan dengan mengungkap dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh militer.

"Staf UNICEF melatih dan mengerahkan mata-mata yang mendukung para pemberontak dan simpatisan mereka," bunyi pernyataan militer Nigeria.

"Ini adalah praktik yang tidak dibenarkan yang lebih jauh dapat membahayakan perang melawan terorisme dan pemberontakan," sambung pernyataan itu, menambahkan bahwa operasi UNICEF dihentikan di timur laut sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Namun dalam pernyataan kedua beberapa jam kemudian, militer mengatakan pihaknya mengadakan pertemuan darurat dengan perwakilan UNICEF pada Jumat malam.

"Setelah pembahasan ekstensif tentang perlunya mencari modalitas untuk bekerja secara harmonis dengan badan keamanan di ruang operasi, Komando Operasi telah mencabut penangguhan tiga bulan yang sebelumnya diberlakukan pada UNICEF," kata militer dalam pernyataan keduanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/12/2019).

Dalam pernyataan keduanya, militer mengatakan selama pertemuan itu mendesak perwakilan UNICEF untuk memastikan mereka berbagi informasi dengan pihak berwenang yang relevan kapan pun induksi atau pelatihan staf baru sedang dilakukan di ruang operasi.

Sebelumnya, setelah tuduhan dan penangguhan, juru bicara UNICEF mengatakan bahwa organisasi itu memverifikasi informasi.

Pada bulan April, militer Nigeria mengumumkan tiga karyawan UNICEF sebagai "persona non grata", sehubungan dengan dugaan kebocoran informasi tentang tentara yang secara seksual melecehkan anak-anak di timur laut, orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Deklarasi itu dicabut beberapa hari kemudian setelah tekanan dari para diplomat, kata sumber tersebut.

Militer Nigeria sangat sensitif terhadap tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.
(ian)
Berita Terkait
Jenderal Nigeria Sebut...
Jenderal Nigeria Sebut Video Aksi Protes Berdarah di Lagos Hoaks
Siapa Gwaska Dankarami?...
Siapa Gwaska Dankarami? Gembong Bandit yang Kejam dan Selalu Bersembunyi di Hutan dan Ditakuti Tentara dan Warga Nigeria
Nigeria Berusaha Pulih...
Nigeria Berusaha Pulih dari Banjir Terburuk dalam Satu Dekade
Brutal! Gerombolan Bandit...
Brutal! Gerombolan Bandit Bakar Bus, 30 Penumpang Tewas Terpanggang
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara...
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara Nigeria Bunuh 18 Warga
59 Orang Tewas dalam...
59 Orang Tewas dalam Serangan Simpatisan ISIS di Pelosok Nigeria
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
2 menit yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
1 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
1 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
3 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved