37 Batu Nisan Pemakaman Yahudi di Prancis Digambari Lambang Swastika

Sabtu, 15 Desember 2018 - 10:17 WIB
37 Batu Nisan Pemakaman...
37 Batu Nisan Pemakaman Yahudi di Prancis Digambari Lambang Swastika
A A A
PARIS - Batu nisan dan monumen Holocaust di sebuah pemakaman Yahudi di luar Strasbourg, Prancis, dirusak dengan grafiti anti-Semit awal pekan ini.

Aksi vandalisme itu diketahui Selasa di pemakaman Yahudi Herrlisheim beberapa jam sebelum seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di pasar Natal Strasbourg, menewaskan empat orang dan melukai 13 lainnya. Namun pihak berwenang belum mengatakan apakah ada hubungan antara aksi vandalisme itu dengan serangan tersebut.

Sebanyak 37 batu nisan dirusak dengan lambang swastika Nazi yang dicat semprot dan grafiti lainnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner yang menghadiri sebuah upacara pada Jumat kemarin di pemakaman itu mencela vandalisme tersebut.

"Ketika tempat peringatan dirusak, seluruh republik itu tercemar," katanya di Twitter.

"Saya datang pagi ini untuk mendukung komunitas Yahudi dan semua penduduk Herrlisheim setelah degradasi anti-Semit dan xenofobia yang dilakukan di pemakaman Israel ini," sambungnya.

"Semuanya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku tindakan profan ini. Saya memiliki keyakinan penuh pada polisi, yang melakukan penyelidikan forensik. Tindakan keji ini tidak tanpa hukuman," tegasnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (15/12/2018).

Konsili Israel (atau konsorsium) Bas-Rhin, bagian dari Prancis di mana vandalisme terjadi, mengeluarkan pernyataan yang merujuk vandalisme di pemakaman Yahudi di Sarre-Union pada tahun 2015.

"Sementara kuburan pemakaman Sarre-Union, yang dinodai pada tahun 2015, masih hancur, tindakan kebencian terbaru ini hanya memperkuat perasaan putus asa dari komunitas Yahudi dalam menghadapi pertumbuhan anti-Semitisme," bunyi pernyataan itu.

"Konsili meluncurkan seruan serius kepada pihak berwenang dan khususnya kepada Presiden Republik sehingga langkah-langkah yang efektif dan pragmatis diambil untuk memastikan keamanan properti dan orang-orang dari komunitas Yahudi, dan bahwa wabah ini yang mengganggu masyarakat kita berhenti," demikian bunyi pernyataan itu.
(ian)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
33 menit yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
2 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
3 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
5 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved