PBB Sebut Peluncur Rudal Iran Ditemukan di Yaman

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:11 WIB
PBB Sebut Peluncur Rudal...
PBB Sebut Peluncur Rudal Iran Ditemukan di Yaman
A A A
NEW YORK - PBB dalam sebuah laporan menuturkan, dua unit peluncur untuk peluru kendali anti-tank yang ditemukan oleh koalisi Arab di Yaman, tampaknya telah diproduksi di Iran selama 2016 dan 2017.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres tidak secara khusus menyatakan apakah penemuan unit-unit di Yaman merupakan pelanggaran terhadap resolusi PBB yang berlaku pada Januari 2016. Di mana resolusi itu mencegah Iran mengimpor dan mengekspor senjata atau perlengkapan terkait kecuali Dewan Keamanan (DK) PBB telah memberikan persetujuan .

“Sekretariat menemukan bahwa mereka memiliki karakteristik manufaktur Iran dan bahwa tanda mereka menunjukkan tanggal produksi pada 2016 dan 2017,” kata Guterres dalam laporan dua tahunannya kepada DK mengenai penerapan sanksi terhadap Iran.

"Sekretariat juga memeriksa rudal permukaan-ke-udara yang sebagian dibongkar yang disita oleh koalisi Arab dan mengamati bahwa ciri-cirinya tampak konsisten dengan rudal Iran," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (12/12).

Guterres juga mengatakan bahwa PBB telah memeriksa puing-puing tiga rudal balistik yang ditembakkan di Arab Saudi pada 25 Maret dan 11 April 2018, dan menemukan fitur desain kunci spesifik yang konsisten dengan rudal balistik jarak pendek Qiam-1 Iran.

"Itu tidak bisa menentukan apakah itu pelanggaran karena tidak diketahui ketika mereka dipindahkan ke Yaman. Namun, PBB masih bekerja untuk menetapkan rentang tanggal produksi subkomponen panduan dengan bantuan produsen asing," ucapnya.

Koalisi Arab melakukan intervensi pada tahun 2015, mendukung pemerintah sah Abedrabbo Mansour Hadi memerangi milisi Houthi yang bersekutu Iran. Kaum Houthi telah dikenakan embargo senjata terpisah sejak 2015. Iran telah berulang kali membantah memasok senjata ke Houthis.

Amerika Serikat (AS) telah dengan keras dan tidak berhasil mendorong PBB untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas tuduhan bahwa mereka ikut campur dalam perang di Suriah dan Yaman dan di tempat lain di Timur Tengah.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
45 menit yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
1 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
3 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
6 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved