Perdana Menteri Perancis Antisipasi Kerusuhan Massal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:59 WIB
Perdana Menteri Perancis...
Perdana Menteri Perancis Antisipasi Kerusuhan Massal
A A A
PARIS - Perdana Menteri (PM) Prancis menyatakan, 89.000 petugas keamanan akan diterjunkan keberbagai wilayah di Prancis untuk mencegah kerusuhan pada demonstrasi penolakan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sekitar 8.000 polisi ditugaskan khusus di Paris dan puluhan kendaraan antihuruhara dan mobil tempur juga diturunkan untuk mencegah kerusuhan pada aksi demonstrasi.

Berbagai tindakan preventif dilakukan sebagai bentuk pelajaran pada aksi sebelumnya, di mana para demonstran mengamuk dengan membakar puluhan mobil dan gedung.

“Kita menghadapi orang yang tidak berdemonstrasi, tetapi untuk membuat kekacauan. Kita ingin mengendalikan kebebasan,” kata PM Prancis Edouard Philippe kepada stasiun televisi TF1, dilansir Reuters.

Dia mengungkapkan, 10 kendaraan tempur milik tentara Prancis juga akan digunakan. Penggunaan kendaraan tempur untuk menghadapi demonstran pertama kali digunakan sejak 2005.

Banyak destinasi wisata di Paris ditutup pada Sabtu (hari ini) karena kekhawatiran kerusuhan akan meluas pada aksi yang dilaksanakan para aktivis “yellow vest”.

Polisi telah menyarankan toko dan pusat perbelanjaan serta restoran di Champs- Elysees, Paris, untuk tutup sementara selama aksi demonstrasi. Mereka juga menyarankan museum dan lokasi destinasi wisata di Paris untuk ditutup.

Polisi tidak ingin aksi demonstrasi yang bisa memicu kerusuhan akan merugikan para pebisnis. Pengelola Eiffel Tower menyatakan ancaman kekerasan menjadikan mereka memperketat keamanan.

Otoritas Prancis juga memperketat keamanan dan meningkatkan kewaspadaan bebera padestinasi wisata seperti Arcde Triomphe yang mengalami kerusuhan pada pekan lalu. Menteri Budaya Prancis Franck Riester menuturkan, museum Louvre dan Orsay, opera house, dan Grand Palais ditutup karena adanya demonstrasi.

“Kita tidak mau ambil risiko ketika kita mengetahui adanya ancaman,” katanya kepada radio RTL. Seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan, otoritas siap menghadap “kekerasan yang signifikan” pada Sabtu ini.

Berdasarkan laporan intelijen, para aktivis dari kubu kanan jauh dan kiri jauh telah berencana mengepung Paris. Mereka diperkirakan akan memicu kerusuhan massal di Paris. “Saya meminta publik untuk tetap tenang,” saran Philippe.

Dia mengungkapkan, pemerintah telah membuka konsesi bagi para demonstran. “Pemerintah terbuka untuk meningkatkan bantuan bagi pekerja bergaji rendah,” paparnya.
(don)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
26 menit yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
58 menit yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
1 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
2 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
11 jam yang lalu
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved