Belanja Pertahanan AS Rp10.217 Triliun, Trump Bilang Gila!

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:32 WIB
Belanja Pertahanan AS...
Belanja Pertahanan AS Rp10.217 Triliun, Trump Bilang Gila!
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump tiba-tiba mengeluhkan anggaran belanja pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk tahun ini yang dia sebut "gila" karena mencapai USD716 miliar atau lebih dari Rp10.217 triliun.

Dia juga ingin melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping untuk mengakhiri perlombaan senjata yang tak terkendali.

"Saya yakin bahwa, pada suatu saat di masa depan, Presiden Xi dan saya, bersama dengan Presiden Putin dari Rusia, akan mulai berbicara tentang penghentian yang berarti terhadap apa yang telah menjadi perlombaan senjata yang besar dan tak terkendali. AS menghabiskan 716 miliar dolar tahun ini. Gila!," tulis Trump di akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, yang dikutip SINDOnews, Selasa (4/12/2018).

Pernyataan pemimpin Gedung Putih ini mengejutkan, karena pihaknya sendiri yang selama ini memperjuangan anggaran belanja pertahanan AS yang gila-gilaan. Pada Agustus lalu, Trump menandatangani rancangan undang-undang belanja pertahanan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah meningkatkan serangan verbalnya terhadap Rusia terkait program senjata dan mengumumkan niatnya untuk menarik AS keluar dari perjanjian senjata nuklir era Perang Dingin atau Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty.

Anggaran belanja pertahanan AS USD 716 miliar merupakan kenaikan terbesar bagi militer Amerika dalam hampir satu dekade.

CNBC mengutip pernyataan Trump saat dia membanggakan kenaikan belanja pertahanan AS yang kini dia keluhkan. "RUU belanja pertahanan adalah investasi paling signifikan dalam militer kita dan pejuang perang kita dalam sejarah modern," kata Trump Agustus lalu.

Presiden Trump mengatakan pada saat itu bahwa dia tidak punya pilihan selain mendanai militer AS. "Karena kami harus memiliki militer terkuat di dunia," ujarnya.

AS dan Rusia secara kolektif memiliki lebih dari 90 persen senjata nuklir dunia. Sedangkan China telah berulang kali dipandang administrasi Trump sebagai rival yang mencoba melemahkan Amerika Serikat di panggung dunia.

Dalam Strategi Keamanan Nasional, sebuah dokumen yang menguraikan prioritas pertahanan pemerintah, Gedung Putih pada akhir 2017 menyatakan; "China dan Rusia menantang kekuatan, pengaruh, dan kepentingan Amerika, berusaha mengikis keamanan dan kemakmuran Amerika."

"Mereka bertekad untuk membuat ekonomi kurang bebas dan kurang adil, untuk mengembangkan militer mereka, dan untuk mengendalikan informasi dan data guna menekan masyarakat mereka dan memperluas pengaruh mereka," imbuh pernyataan pemerintah AS dalam dokumen tersebut.

Terkait pernyataan Trump yang tiba-tiba mengeluhkan besarnya belanja pertahanan, Pentagon tidak menanggapi permintaan media untuk komentar. Menteri Pertahanan James Mattis mengklaim bahwa dia tidak melihat tweet sang presiden.

Sementara itu, Kremlin menyatakan bahwa Putin diperkirakan akan membahas perjanjian senjata nuklir dengan Trump selama pertemuan yang direncanakan di KTT G20 di Buenos Aires. "Tapi, sayangnya, seperti yang Anda tahu, pertemuan itu tidak pernah terjadi," kata Kremlin melalui seorang juru bicaranya.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Donald Trump Menang,...
Donald Trump Menang, Rusia Tak Akan Tinggalkan Dolar AS
Rusia Pilih Trump, China...
Rusia Pilih Trump, China Dukung Biden
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Trump: Rusia dan China...
Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
45 menit yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
1 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
2 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
2 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
3 jam yang lalu
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved