Presiden Ukraina: Rusia Kerahkan 80.000 Pasukan di Perbatasan

Minggu, 02 Desember 2018 - 04:09 WIB
Presiden Ukraina: Rusia...
Presiden Ukraina: Rusia Kerahkan 80.000 Pasukan di Perbatasan
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan Rusia telah mengerahkan kekuatan militer secara besar-besaran, termasuk lebih dari 80.000 pasukan di sepanjang perbatasan kedua negara. Hal itu disampaikan ketika Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan Moskow untuk tidak memblokade pelabuhan Kiev di Laut Azov.

Ketegangan antara Moskow dan Kiev terus memanas dalam sepekan terakhir setelah bentrokan angkatan laut kedua negara di Laut Hitam pada 25 November lalu. Dalam insiden itu, kapal perang Rusia menembaki tiga kapal angkatan laut Ukraina kemudian menangkapnya beserta 24 awak.

Berbicara di sebuah acara militer Ukraina, Presiden Poroshenko merinci kekuatan militer Moskow yang telah dikerahkan secara besar-besaram. "Lebih dari 80.000 pasukan, 1.400 artileri dan beberapa sistem peluncuran roket, 900 tank, 2.300 kendaraan tempur lapis baja, 500 pesawat terbang dan 300 helikopter di sepanjang perbatasan bersama," katanya, pada hari Sabtu yang dilansir Fox News, Minggu (2/12/2018).

Angka-angka itu belum bisa diverifikasi secara independen, terlebih Moskow belum merespons tuduhan yang dilontarkan Presiden Poroshenko tersebut.

Dalam insiden di Selat Kerch, Laut Azov, Rusia menuduh kapal-kapal Ukraina sudah melanggar perairan teritorial Rusia di perairan Crimea. Namun, tuduhan itu dibantah Kiev. Sebaliknya, Kiev menuduh Moskow sudah memblokade dua pelabuhan utama Ukraina di Laut Azov.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires mengkritik tindakan Moskow. Dia minta agar blokade di Laut Azov dihentikan.

"Pembebasan kapal-kapal ke Laut Azov dan pelabuhan Ukraina harus dipastikan oleh Rusia," katanya.

Perjanjian antara Rusia-Ukraina pada tahun 2003 menyatakan Laut Azov dan Selat Kerch sebagai perairan internal bersama. Tetapi setelah aneksasi Crimea 2014 oleh Rusia, Moskow telah menegaskan kontrol yang lebih besar atas wilayah itu.

"Kremlin lebih lanjut menguji kekuatan dari tatanan global," kata Poroshenko, dengan menuduh bahwa Moskow sedang menunggu untuk melihat apakah masyarakat internasional akan memungkinkan Rusia untuk menegaskan bahwa Laut Azov dan Laut Hitam adalah perairan teritorial Rusia.

Poroshenko mengatakan Rusia juga meningkatkan kehadirannya di laut.

"Di perairan Laut Hitam, Laut Azov, dan Laut Aegea, ada lebih dari 80 kapal dan 8 kapal selam berpatroli, termasuk 23 kapal tempur dan 6 kapal selam," katanya.

Sebagai tanggapan atas penangkapan tiga kapal Ukraina, Poroshenko meyakinkan parlemen Kiev untuk menerapkan darurat militer di sepuluh wilayah perbatasan. Banyak warga Ukraina di dalam dan luar negeri telah mengkritik pemberlakuan undang-undang darurat militer. Sebagian dari mereka menuduh isu ancaman Rusia menjadi isu politik yang menguntungkan Poroshenko menjelang pemilu bulan Maret 2019.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
30 menit yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
2 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
2 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
3 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved