China Ingin Bangun Pangkalan Bawah Laut di Laut China Selatan

Rabu, 28 November 2018 - 02:52 WIB
China Ingin Bangun Pangkalan...
China Ingin Bangun Pangkalan Bawah Laut di Laut China Selatan
A A A
BEIJING - China berencana untuk membangun pangkalan di bawah laut di Laut China Selatan yang jadi sengketa dengan negera-negara Asia. Pangkalan yang akan menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) itu untuk basis kapal selam nirawak dan kemungkinan juga untuk operasi pertahanan.

Para pejabat dari Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing telah berangkat ke wilayah Laut China Selatan yang belum dipetakan. Rencana Beijing itu dilaporkan South China Morning Post (SCMP).

Proyek pangkalan di bawah laut itu diperkirakan akan membebani pembayar pajak China sekitar USD160 juta.

Mengutip SCMP, pangkalan bertenaga AI itu akan digunakan untuk survei dasar laut, mengumpulkan sampel mineral dan mencatat bentuk kehidupan bawah laut. Pangkalan akan dihubungkan melalui kabel ke kapal atau platform di permukaan air sebagai sarana untuk mengumpulkan energi.

Semua sampel akan diperiksa oleh AI di pangkalan sebelum laporan lengkap ditransfer ke pejabat.

Dengan pertimbangan pangkalan kemungkinan akan terletak di zona hadal, bagian terdalam dari lautan dengan kedalaman berkisar antara 19.685 kaki hingga 36.100 kaki, salah satu prioritas utama bagi para insinyur adalah mengembangkan bahan yang akan mampu menahan tekanan air yang intens.

"Ini sama menantangnya dengan membangun koloni di planet lain untuk penduduk robot dengan artificial intelligence (AI)," kata seorang ilmuwan, yang tak disebut namanya, yang terlibat dalam proyek itu kepada SCMP. "Teknologi ini dapat mengubah dunia."

Yan Pin, seorang peneliti di Key Laboratory of Ocean and Marginal Sea Geology di Guangzhou, mengatakan kepada wartawan bahwa Palung Manila memiliki potensi untuk lokasi pembangunan pangkalan bawah laut tersebut.

"Itu adalah satu-satunya tempat di Laut China Selatan dengan kedalaman melebihi (16.000 kaki)," katanya, yang dikutip dari Spuntik, Rabu (28/11/2018).

Namun, palung itu juga dikenal sebagai salah satu zona gempa terbesar di dunia, karena area merupakan tempat lempeng tektonik Eurasia dan Pasifik bertemu. Menurut Yan, kegudahan seharusnya tidak menghalangi peneliti untuk menggunakan area tersebut untuk pengkalan baru.

China mengklaim palung Manila tersebut juga dekat dengan Scarborough Shoa, sebuah wilayah yang diklaim oleh China dan Filipina. Beijing yang enggan beronflik dengan Manila diduga akan mengajak Filipina untuk ikut serta dalam proyek.

"China dan Filipina harus duduk dan mendiskusikannya," katanya."(Peringatan) tsunami adalah titik penjualan besar. Data yang dikumpulkan oleh stasiun akan menguntungkan semua negara di kawasan ini." ujar Yan. "Itu bisa menyelamatkan banyak nyawa," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
2 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
4 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
5 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
5 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved