Kim Jong-un Beri Lampu Hijau Fasilitas Nuklir Korut Diperiksa
Selasa, 27 November 2018 - 15:49 WIB
Kim Jong-un Beri Lampu Hijau Fasilitas Nuklir Korut Diperiksa
A
A
A
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dilaporkan telah memberikan izin untuk menerima inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir utama negara itu. Hal itu disampaikan Jong-un lewat pesan yang dikirimkan ke Washington.
Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap melaporkan bahwa Jong-un menyampaikan pesan itu kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Presiden Korsel Moon Jae-in selama pertemuan antar Korea pada September lalu. Yonhap mengutip sumber diplomatik tingkat tinggi yang mengetahui soal negosiasi denuklirisasi antara AS dan Korut.
Menurut sumber itu, Jong-un mengatakan bersedia membongkar fasilitas nuklir di Yongbyon. Tidak hanya itu, ia juga akan mengembalikan inspektur internasional kembali ke negara itu untuk memverifikasi proses.
Namun, menurut sumber tersebut, itu semua tergantung pada tindakan yang sesuai dengan AS seperti dinukil dari KBS, Selasa (27/11/2018).
Korut mengusir inspektur Badan Energi Atom Internasional, IAEA, pada tahun 2009 dan sejak itu tidak menyatakan niat untuk mengizinkan inspeksi internasional untuk memantau fasilitas nuklir Yongbyon lagi.
Sebelumnya, IAEA mengatakan Korut tampaknya masih memperluas operasi di situs nuklir utamanya Yongbyon. Itu adalah sinyal lebih lanjut bahwa Korut menggenjot aktivitas atomnya meski ada tekanan dari AS untuk menghentikan program senjata nuklirnya.
Baca: IAEA: Korea Utara Terus Memperluas Operasi Nuklirnya
Kepala IAEA Yukiya Amano pun meminta Korut untuk mengizinkan inspektur badan itu kembali ke negara tersebut untuk memantau program nuklirnya.
Baca: Pantau Program Nuklir, Korut Diminta Buka Pintu untuk Inspektur IAEA
Pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korut berjalan lambat dalam membuat kemajuan yang signifikan. Pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan rekannya dari Korut yang dijadwalkan pada pekan lalu di New York ditunda tanpa diketahui kapan akan dilanjutkan.
Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap melaporkan bahwa Jong-un menyampaikan pesan itu kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Presiden Korsel Moon Jae-in selama pertemuan antar Korea pada September lalu. Yonhap mengutip sumber diplomatik tingkat tinggi yang mengetahui soal negosiasi denuklirisasi antara AS dan Korut.
Menurut sumber itu, Jong-un mengatakan bersedia membongkar fasilitas nuklir di Yongbyon. Tidak hanya itu, ia juga akan mengembalikan inspektur internasional kembali ke negara itu untuk memverifikasi proses.
Namun, menurut sumber tersebut, itu semua tergantung pada tindakan yang sesuai dengan AS seperti dinukil dari KBS, Selasa (27/11/2018).
Korut mengusir inspektur Badan Energi Atom Internasional, IAEA, pada tahun 2009 dan sejak itu tidak menyatakan niat untuk mengizinkan inspeksi internasional untuk memantau fasilitas nuklir Yongbyon lagi.
Sebelumnya, IAEA mengatakan Korut tampaknya masih memperluas operasi di situs nuklir utamanya Yongbyon. Itu adalah sinyal lebih lanjut bahwa Korut menggenjot aktivitas atomnya meski ada tekanan dari AS untuk menghentikan program senjata nuklirnya.
Baca: IAEA: Korea Utara Terus Memperluas Operasi Nuklirnya
Kepala IAEA Yukiya Amano pun meminta Korut untuk mengizinkan inspektur badan itu kembali ke negara tersebut untuk memantau program nuklirnya.
Baca: Pantau Program Nuklir, Korut Diminta Buka Pintu untuk Inspektur IAEA
Pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korut berjalan lambat dalam membuat kemajuan yang signifikan. Pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan rekannya dari Korut yang dijadwalkan pada pekan lalu di New York ditunda tanpa diketahui kapan akan dilanjutkan.
(ian)