Bangladesh Didesak Akui Etnik Rohingya sebagai Warga Negara

Selasa, 27 November 2018 - 10:37 WIB
Bangladesh Didesak Akui...
Bangladesh Didesak Akui Etnik Rohingya sebagai Warga Negara
A A A
COX’S BAZAR - Para pengungsi dari Myanmar di kamp-kamp Bangladesh berunjuk rasa mendesak Pemerintah Bangladesh mengakui etnisitas mereka sebagai Rohingya.

Mereka juga meminta para pejabat Bangladesh dan badan bantuan berhenti membagikan informasi keluarga mereka pada Myanmar. Sejumlah pasar tutup di beberapa kamp pengungsi di Bangladesh bagian tenggara karena unjuk rasa itu.

Warga Rohingya yang bekerja untuk berbagai kelompok nonpemerintah dan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) juga mogok kerja sebagai bagian dari aksi unjuk rasa tersebut. “Istilah ‘Rohingya’ sangat penting karena kami telah mengalami persekusi karena identitas kami,” kata para pengungsi Rohingya yang berunjuk rasa dilansir kantor berita Reuters .

Para demonstran menyatakan, karena istilah Rohingya dilarang di Myanmar, maka sebutan itu tidak boleh dilarang di Bangladesh. Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya mengungsi saat operasi militer Myanmar digelar di Rakhine tahun lalu. Rohingya menyebut diri mereka sebagai warga asli Rakhine di Myanmar Barat, tapi otoritas Myanmar dan mayoritas warga Myanmar menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Sebagian besar Rohingya tak mendapatkan kewarganegaraan dari Pemerintah Myanmar. Undang-Undang Myanmar 1982 membatasi kewarganegaraan untuk Rohingya dan kelompok minoritas lain yang tidak dianggap sebagai anggota ras nasional Myanmar.

Pemerintah Myanmar juga menolak menggunakan kata 'Rohingya' dan lebih memilih menyebut mereka sebagai 'Bengali'. Bangladesh mendesak para pengungsi menerima kartu cerdas yang membantu identifikasi dan pembagian bantuan.

Kartu cerdas itu mengidentifikasi setiap orang sebagai warga Myanmar yang mengungsi secara paksa dan bukan sebagai Rohingya. Para demonstran juga mengungkapkan kekhawatiran tentang rencana UNHCR mengumpulkan data biometrik dan salinan dokumen.

Karena mereka khawatir UNHCR dan otoritas Bangladesh akan memberikan data itu pada Myanmar. Para pengungsi khawatir data itu dapat digunakan Myanmar untuk merugikan Rohingya.

Otoritas Bangladesh belum memberi komentar tentang tuntutan terbaru Rohingya tersebut. Perwakilan UNHCR Firas Al-Khateeb menyatakan, data itu dikumpulkan untuk proses verifikasi yang bisa membantu pengungsi Rohingya mendapat perlindungan lebih baik dan menjamin akses mereka pada berbagai layanan di Bangladesh.

“Ini tidak terkait repatriasi,” ujar Firas yang menambahkan data itu disimpan oleh Bangladesh dan UNHCR.

Para pengungsi menolak kembali ke Myanmar sesuai rencana repatriasi hingga mereka mendapat jaminan keadilan, kewarganegaraan, dan kemam puan kembali ke da asal dan tanah milik mereka.
(don)
Berita Terkait
Kabur dari Perang, 103...
Kabur dari Perang, 103 Pasukan Myanmar Lari ke Bangladesh
Miliki KTP Indonesia,...
Miliki KTP Indonesia, 2 WNA Diamankan Imigrasi Pamekasan
Pria Arab Saudi Dilarang...
Pria Arab Saudi Dilarang Nikahi Wanita Myanmar, Kenapa?
Bangladesh Minta Bantuan...
Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Saudi Tekan Bangladesh...
Saudi Tekan Bangladesh Keluarkan Paspor untuk Rohingya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
4 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
6 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
7 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
8 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved