Kota di China Desak Warga Penganut Islam Konservatif Menyerahkan Diri

Senin, 19 November 2018 - 16:06 WIB
Kota di China Desak...
Kota di China Desak Warga Penganut Islam Konservatif Menyerahkan Diri
A A A
BEIJING - Pemerintah kota di wilayah Xinjiang, China, memerintahkan para warga yang menganut Islam konservatif untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Pemerintah kota tersebut menganggap paham Islam konservatif 'meracuni' orang-orang dengan ekstremisme, terorisme dan separatisme.

Mereka yang menyerahkan diri kepada lembaga peradilan dalam 30 hari dan mengakui kejahatan mereka akan diperlakukan dengan lunak dan mungkin terhindar dari hukuman. Demikian pengumuman pemerintah Kota Hami di Xinjiang yang di-posting pada hari Minggu di akun media sosial resminya.

Pemerintah China dalam beberapa bulan terakhir menghadapi kecaman dari aktivis, akademisi dan pemerintah asing atas penahanan massal dan pengawasan ketat terhadap minoritas Muslim Uighur dan kelompok etnis lain yang tinggal di Xinjiang.

China menolak kritik itu, dengan mengatakan bahwa langkah itu untuk melindungi agama dan budaya minoritas di wilayah Xinjiang. Kebijakan itu juga diklaim sebagai tindakan keamanannya yang diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok "ekstremis" yang menghasut kekerasan di Xinjiang.

"Semua individu yang terlibat dalam kejahatan teroris dan diracuni oleh 'tiga kekuatan jahat' didesak untuk menyerahkan diri mereka ke lembaga peradilan dalam waktu 30 hari dan untuk mengaku serta menyerahkan fakta-fakta kejahatan Anda," bunyi pengumuman pemerintah kota Hami, seperti dikutip Reuters, Senin (19/11/2018).

Pengumuman itu menyatakan tindakan mulai dari kontak dengan kelompok teror di luar negeri hingga berperilaku Islam konservatif harus mendorong individu untuk menyerahkan diri.

Contoh perilaku yang dimaksud antara lain menghentikan orang lain untuk menonton televisi, atau melarang alkohol, merokok, dan menari di pesta pernikahan.

Daftar perilaku lainnya adalah bertindak secara terbuka menghancurkan, menolak atau menggagalkan sistem identifikasi pemerintah, serta menolak pemerintah menyediakan perumahan, subsidi dan rokok atau minuman keras sebagai barang "haram" atau dilarang.

Pada bulan Agustus, panel hak asasi manusia PBB mengaku telah menerima banyak laporan yang dapat dipercaya bahwa satu juta atau lebih orang Uighur dan minoritas lainnya ditahan dalam situs yang menyerupai "kamp interniran" di Xinjiang.

China mengklaim tidak menjalankan penahanan sewenang-wenang dan hanya melakukan pendidikan ulang dalam hal politik.

Selain dari penahanan massal, kelompok-kelompok hak asasi manusia juga mengatakan bahwa pemerintah China telah secara signifikan meningkatkan pembatasan pada perayaan agama sehari-hari di wilayah tersebut.

Bulan lalu, ibu kota wilayah Urumqi meluncurkan kampanye yang menargetkan produk halal, seperti makanan dan pasta gigi, yang diproduksi sesuai dengan hukum Islam. Tindakan itu diklaim untuk mencegah apa yang disebut sebagai serbuan Islam ke dalam kehidupan sekuler.
(mas)
Berita Terkait
China Serukan Perubahan...
China Serukan Perubahan Dewan Keamanan PBB
Rusia dan China Tolak...
Rusia dan China Tolak Resolusi PBB Soal Selat Hormuz
Utusan PBB Sambangi...
Utusan PBB Sambangi Xinjiang di Bawah Pengawasan China
Kepala HAM PBB Akan...
Kepala HAM PBB Akan Tindaklanjuti Masalah Xinjiang dengan China
China Kecam Penangguhan...
China Kecam Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB
Paradoks Sistem PBB...
Paradoks Sistem PBB dan Eksistensi Taiwan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
3 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
8 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
9 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
10 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
11 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved