China Kecam Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB
Sabtu, 09 April 2022 - 10:32 WIB
loading...
Majelis Umum PBB memutuskan untuk menangguhkan keanggotaan Rusia di Dewan HAM pada Jumat (8/4/2022). Foto/Russia Today
A
A
A
BEIJING - China buka suara terkait keputusannya memberikan suara menolak resolusi Majelis Umum PBB untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut China, penangguhan Rusia bermotivasi politik dan mengecam resolusi tersebut karena kurang transparan.
Resolusi itu diadopsi pada hari Kamis dengan 93 negara memberikan suara mendukung, 24 menentang, dan 58 abstain. Setelah pemungutan suara, Rusia menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk meninggalkan Dewan HAM PBB sebelum masa jabatannya berakhir.
"Kami menentang politisasi dan instrumentalisasi masalah hak asasi manusia, praktik standar ganda selektif dan konfrontasi pada masalah hak asasi manusia, dan penggunaan masalah hak asasi manusia untuk menekan negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (9/4/2022).
Dia menambahkan bahwa proses penyusunan resolusi tidak terbuka atau transparan dan menilai hal itu hanya akan “menambah bensin ke api” dengan mengintensifkan ketegangan di antara para pihak serta memperburuk perpecahan di dalam PBB.
Wakil tetap Rusia di PBB, Gennady Kuzmin, menggambarkan resolusi tersebut sebagai langkah tidak sah dan bermotivasi politik yang dirancang sebagai hukuman demonstratif terhadap negara anggota PBB yang berdaulat yang menjalankan kebijakan internal dan eksternal yang independen.
Dalam menjelaskan keputusan Rusia untuk keluar dari badan PBB, ia menyatakan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia dimonopoli oleh satu kelompok negara yang memanfaatkan mekanisme untuk mencapai tujuan oportunistik mereka.
Baca juga: Rusia Jadi Negara Kedua yang Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB
Resolusi itu diadopsi pada hari Kamis dengan 93 negara memberikan suara mendukung, 24 menentang, dan 58 abstain. Setelah pemungutan suara, Rusia menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk meninggalkan Dewan HAM PBB sebelum masa jabatannya berakhir.
"Kami menentang politisasi dan instrumentalisasi masalah hak asasi manusia, praktik standar ganda selektif dan konfrontasi pada masalah hak asasi manusia, dan penggunaan masalah hak asasi manusia untuk menekan negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (9/4/2022).
Dia menambahkan bahwa proses penyusunan resolusi tidak terbuka atau transparan dan menilai hal itu hanya akan “menambah bensin ke api” dengan mengintensifkan ketegangan di antara para pihak serta memperburuk perpecahan di dalam PBB.
Wakil tetap Rusia di PBB, Gennady Kuzmin, menggambarkan resolusi tersebut sebagai langkah tidak sah dan bermotivasi politik yang dirancang sebagai hukuman demonstratif terhadap negara anggota PBB yang berdaulat yang menjalankan kebijakan internal dan eksternal yang independen.
Dalam menjelaskan keputusan Rusia untuk keluar dari badan PBB, ia menyatakan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia dimonopoli oleh satu kelompok negara yang memanfaatkan mekanisme untuk mencapai tujuan oportunistik mereka.
Baca juga: Rusia Jadi Negara Kedua yang Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB
Lihat Juga :