Pangeran Khalid bin Salman Bantah Sarankan Khashoggi Pergi ke Turki

Sabtu, 17 November 2018 - 08:48 WIB
Pangeran Khalid bin...
Pangeran Khalid bin Salman Bantah Sarankan Khashoggi Pergi ke Turki
A A A
JEDDAH - JEDDAH - Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Pangeran Khalid bin Salman mengatakan, ia tidak pernah menyarankan Jamal Khashoggi untuk pergi ke Turki. Ia pun telah meminta pemerintah AS untuk merilis informasi terkait klaim tersebut, yang dibuat oleh sebuah surat kabar AS.

“Saya tidak pernah berbicara dengannya melalui telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun. Saya meminta pemerintah AS untuk merilis informasi apa pun mengenai klaim ini,” kata Pangeran Khaled dalam tweetnya Sabtu (17/11/2018) pagi yang dilansir dari Arab News.

“Seperti yang kami sampaikan kepada Washington Post, kontak terakhir yang saya lakukan dengan Pak Khashoggi adalah melalui teks pada 26 Oktober 2017,” sambungnya.

Pangeran Khalid mengatakan sangat disayangkan Washington Post gagal mempublikasikan tanggapan penuh Saudi.

"Ini adalah tuduhan serius dan tidak boleh diserahkan kepada sumber-sumber anonim," kata Pangeran Khalid, dan memberikan salinan pernyataan itu.

Sebelumnya Washington Post menurunkan laporan jika CIA meyakini Putra Mahkota Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Dalam laporan tersebut Washington Post menyatakan di antara bukti yang diperiksa oleh CIA adalah panggilan telepon antara Khashoggi dan duta besar Saudi untuk Washington, Khalid bin Salman, yang tak lain adalah adik MBS. Dalam kontak telepon itu, Khalid bin Salman meyakinkan bahwa jurnalis itu aman untuk pergi ke Konsulat Saudi di Istanbul.

Jamal Khashoggi Khashoggi, seorang jurnalis untuk The Washington Post dan seorang kritikus pemerintah Saudi, menghilang pada 2 Oktober setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahannya. Peristiwa ini memicu penyelidikan oleh pemerintah Turki dan tekanan internasional terhadap Riyadh untuk mengungkapkan tentang keberadaannya.

Setelah sempat menolak, pihak berwenang Saudi mengakui bulan lalu bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat dan 18 orang yang terkait dengan kasus itu telah ditangkap.

Investigasi melibatkan 21 tersangka, termasuk lima pelaku utama, yang direkomendasikan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk hukuman mati sebagai hukuman atas peran langsung mereka dalam pembunuhan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Tunangan Khashoggi Gugat...
Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Saudi di Pengadilan AS
Yahoo: Khashoggi Jalani...
Yahoo: Khashoggi Jalani Kehidupan Ganda Penuh Rahasia Saat Terbunuh
Mengenal Putri Basmah,...
Mengenal Putri Basmah, Oprah Winfrey Timur Tengah Pengkritik Mohammad bin Salman
Pejabat Tinggi Saudi...
Pejabat Tinggi Saudi Ancam Bunuh Ahli PBB Penyelidik Kasus Khashoggi
Prancis Bebaskan Pria...
Prancis Bebaskan Pria Arab Saudi yang Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
3 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
4 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
5 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved