Mahathir: Australia Pindahkan Kedutaan di Israel Picu Terorisme

Jum'at, 16 November 2018 - 05:37 WIB
Mahathir: Australia...
Mahathir: Australia Pindahkan Kedutaan di Israel Picu Terorisme
A A A
SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Australia tentang dampak bahaya jika nekat memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurut Mahathir, relokasi kedutaan ke Yerusalem akan menambah penyebab aksi terorisme.

Peringatan itu disampaikan saat pemimpin Malaysia itu bertemu PM Australia Scott Morrison di sela-sela KTT ASEAN di Singapura, kemarin.

Mahathir juga menyampaikan peringatan itu kepada wartawan usai pertemuan dengan Morrison. "Saya menunjukkan bahwa dalam menghadapi terorisme, seseorang harus tahu penyebabnya. Menambah penyebab terorisme tidak akan membantu," katanya.

Selama pertemuan, kedua pemimpin berdiskusi tentang kerja sama pendidikan, kebijakan kota, kerja sama untuk kontra-terorisme dan masalah komersial. Pada akhir pertemuan, Mahathir, menyuarakan keprihatinan dari Indonesia tentang kebijakan Australia yang mengisyaratkan akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya.

Morrison mengatakan kepada Mahatahir bahwa belum ada keputusan yang dibuat oleh pemerintah Australia. Menurutnya, akan ada proses internal untuk menyelesaikan kebijakan Australia.

Selama berada di Singapura, Mahathir juga mengkritik keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia menyebut presiden Amerika itu sebagai "pengganggu internasional" dan "penjahat" atas kebijakannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sehari sebelumnya, Morrison melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Morrison mengatakan Jokowi tidak menghubungkan perjanjian perdagangan bebas yang tertunda dengan isu kedutaan di Israel.

Namun, Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita pada pekan ini mengatakan penandatanganan kesepakatan perdagangan bebas itu ditunda karena "isu Palestina".

"Ini tidak dinaikkan sehubungan (dengan itu). Kami membahas kedua masalah itu," kata Morrison.

"Mengenai masalah perjanjian perdagangan, ada pemahaman yang mutlak tentang peluang besar yang dihadirkan untuk kedua negara," ujarnya.

"Sehubungan dengan Israel, saya dapat berbicara melalui proses pemerintah tentang bagaimana kami berusaha menyelesaikannya dan untuk mencapai posisi...Saya pikir saya bisa memberikan kejelasan lebih besar tentang peran yang kami mainkan di sana dan jangka waktu untuk itu," papar Morrison.

Morrison mengatakan review sedang dilakukan secara internal dan di Komite Keamanan Nasional serta kabinet.

Ketika ditanya soal kerangka waktu, dia mengatakan keputusan soal kedutaan Australia di Israel akan dibuat sebelum atau saat Natal
(mas)
Berita Terkait
Wapres Maruf Sebut Indonesia...
Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia dan Malaysia Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina
Wapres: Indonesia dan...
Wapres: Indonesia dan Malaysia Serukan Konflik Palestina-Israel Diakhiri
Langka, Mantan Dubes...
Langka, Mantan Dubes Israel Desak Australia Akui Negara Palestina
Heboh! Negara Tetangga...
Heboh! Negara Tetangga Indonesia Melarang Masuk Politisi Ekstremis Israel, Ini Alasannya
Pria Malaysia Ditangkap...
Pria Malaysia Ditangkap karena Dukung Hubungan Diplomatik dengan Israel
Australia Akhirnya Bersiap...
Australia Akhirnya Bersiap Akui Negara Palestina
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
39 menit yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved