Sekolah di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Jum'at, 16 November 2018 - 00:28 WIB
Sekolah di Australia...
Sekolah di Australia Hapus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
A A A
CANBERRA - Sebuah sekolah menengah negeri di Canberra, Australia, mulai tahun 2019, menghilangkan mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah lebih dari 40 tahun diajarkan. Keputusan ini muncul justru di saat Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menjanjikan hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia.

Narrabundah College menyatakan tidak akan lagi mengajar para siswanya Bahasa Indonesia mulai 2019. Perwakilan media dari ACT Education Directorate mengatakan kepada ABC bahwa keputusan itu dibuat karena jumlah siswa yang terdaftar untuk mata pelajaran tersebut rendah.

"Keputusan ini dibuat di tingkat sekolah, berdasarkan sekolah demi sekolah," kata perwakilan tersebut.

Pada tahun depan, hanya akan ada dua sekolah yang menawarkan siswanya pilihan untuk belajar Bahasa Indonesia di seluruh wilayah negara tersebut.

Sabtu lalu, salah satu pelajar di kampus tersebut meluncurkan petisi yang mengatakan bahwa keputusan kampus "tidak adil". "Kampus harus tetap berkomitmen untuk memprioritaskan pendidikan di atas ekonomi," bunyi petisi tersebut.

Petisi itu telah mengumpulkan lebih dari 5.300 tanda tangan, melebihi target awalnya, yakni 5.000 tanda tangan.

Aidan Brooke, yang memulai petisi, mengatakan kepada ABC bahwa keputusan itu bertentangan dan akan merampas kesempatan bagi para pelajar di masa depan untuk belajar Bahasa Indonesia.

"Gagasan menghilangkan (mata kuliah Bahasa) Indonesia di kampus di ibu kota negara di saat PM (Morrison) berbicara di Indonesia tentang pentingnya hal itu, tampaknya cupet," katanya.

Seorang analis mengatakan keputusan untuk membatalkan program bahasa Indonesia bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan dan memprioritaskan pengajaran bahasa Asia di kampus.

Morrison berjanji untuk mengembangkan hubungan strategis yang lebih dekat antara kedua negara setelah melakukan kunjungan luar negeri pertamanya ke Jakarta sejak menjadi PM Australia pada akhir Agustus lalu.

Janji itu bertujuan untuk menunjukkan komitmen Australia guna memprioritaskan diplomasi regional dan menjalin hubungan yang erat.

"Dengan menghapus Bahasa Indonesia dari apa yang mereka tawarkan, mereka tidak hanya (menentang) rekomendasi umum dari Pemerintah, tetapi juga (akan) melawan kebijakan mereka sendiri," kata George Quinn, seorang ahli studi Indonesia di Universitas Nasional Australia, kepada ABC.

Dia mengatakan ada juga kurangnya kepemimpinan yang konsisten oleh Pemerintah Federal dalam hal pengaturan kurikulum nasional untuk bahasa asing.

"Keputusan itu akan mengecewakan dan membawa malapetaka bagi hubungan kita dengan Indonesia." imbuh dia, yang dilansir Kamis (15/11/2018).

Imran Hanafi, atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Canberra, mengatakan langkah selanjutnya adalah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait tentang masalah tersebut.

Sementara itu, Yacinta Kurniasih, seorang ahli studi Indonesia di Pusat Kebudayaan Indonesia, Monash Herb Feith, percaya bahwa Pemerintah Australia tidak serius tentang pernyataannya bahwa Indonesia penting bagi Australia.

"Dengan mengizinkan sekolah yang didanai publik untuk mengakhiri program bahasa Indonesia-nya... jelas dukungan (Pemerintah) masih sangat terbatas," kata Kurniasih.

ABC telah menghubungi Narrabundah College untuk berkomentar, tetapi belum menerima tanggapan.
(mas)
Berita Terkait
Australia Tunjuk Dubes...
Australia Tunjuk Dubes Baru untuk Indonesia
Sejarah Baru Kerja Sama...
Sejarah Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kerjasama Dalam Penelitian Covid-19
Australia Kirim Bantuan...
Australia Kirim Bantuan Peralatan Medis Kritikal ke Indonesia
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Panglima TNI Dapat Penghargaan...
Panglima TNI Dapat Penghargaan Kehormatan dari Australia
Berita Terkini
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
15 menit yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
37 menit yang lalu
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
59 menit yang lalu
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
1 jam yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
3 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved