AS Tunda Persetujuan PBB Terkait Permintaan Bantuan Korut

Jum'at, 09 November 2018 - 23:27 WIB
AS Tunda Persetujuan...
AS Tunda Persetujuan PBB Terkait Permintaan Bantuan Korut
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) menunda persetujuan sejumlah permintaan pengecualian sanksi untuk mengirimkan traktor, suku cadang dan barang-barang lain yang diperlukan untuk bantuan kemanusiaan di Korea Utara (Korut). Hal itu terungkap dari sebuah dokumen yang didapat AFP.

Korut berada di bawah sanksi yang dikenakan atas uji coba rudal nuklir dan balistik, namun resolusi PBB menetapkan hal ini tidak akan mempengaruhi bantuan kemanusiaan.

Menurut dokumen yang didapat AFP, pengecualian akan memungkinkan pengiriman pipa saluran air yang diperlukan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan Korut, peralatan pertanian seperti traktor dan barang-barang lain yang diperlukan untuk proyek-proyek kemanusiaan.

Dokumen itu menunjukkan bahwa permintaan yang diajukan oleh Irlandia pada bulan Agustus untuk mengizinkan badan kemanusiaan terbesarnya, Concern Worldwide, guna melaksanakan empat proyek bantuan di Korut belum disetujui setelah AS meminta lebih banyak waktu.

Perusahaan Agrotec Spa dari Italia sedang mencari otorisasi untuk mengekspor traktor, suku cadang dan trailer traktor ke Korut di bawah program Uni Eropa untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Juni mengajukan permintaan untuk proyek sanitasi air yang masih dalam peninjauan, menurut seorang pejabat Palang Merah.

"Sistem perawatan kesehatan di DPRK di daerah pedesaan sangat rapuh, 40 persen orang tidak memiliki akses ke air bersih," kata seorang pejabat Palang Merah menggunakan akronim nama resmi Korut Republik Rakyat Demokratik Korea.

"Program air adalah tentang menyelamatkan nyawa dan menghentikan penyebaran penyakit seperti TB. Pengetatan definisi tindakan kemanusiaan yang tidak termasuk meningkatkan akses ke air yang aman mempengaruhi orang-orang yang sangat rentan di DPRK," sambungnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (9/11/2018).

Para pejabat AS menyatakan bahwa setiap permintaan pengecualian sanksi akan ditinjau secara menyeluruh untuk memastikan bahwa peralatan atau barang yang dikirim ke Korut tidak dialihkan.

AS telah menolak seruan dari China dan Rusia guna meringankan sanksi untuk memberi penghargaan pada Kim Jong-un karena menghentikan uji coba rudal dan membuka dialog dengan AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mempertahankan bahwa tekanan maksimum dari sanksi harus dipertahankan untuk memaksa Kim Jong-un untuk menindaklanjuti janjinya melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Sekitar 10,3 juta orang, atau 41 persen dari penduduk korut, kekurangan gizi, menurut kantor PBB untuk urusan kemanusiaan.
(ian)
Berita Terkait
Media Korsel Sebut Turis...
Media Korsel Sebut Turis AS yang Menyeberang ke Korut Seorang Tentara, Ini Identitasnya
Heboh, Turis AS Menyeberang...
Heboh, Turis AS Menyeberang ke Korea Utara Saat Tur
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Soal Tentara AS yang...
Soal Tentara AS yang Membelot, Korut Beri Tanggapan Singkat
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
11 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved