PBB Dorong Pelarangan Senjata Otonom

Rabu, 07 November 2018 - 10:41 WIB
PBB Dorong Pelarangan...
PBB Dorong Pelarangan Senjata Otonom
A A A
LISBON - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendorong pelarangan senjata otonom yang dapat membunuh orang tanpa keterlibatan manusia.

Guterres menegaskan, secara moral menjijikkan jika dunia gagal melarang senjata otonom tersebut. Saat kemampuan kecerdasan buatan (AI) tumbuh pesat, ada kekhawatiran kemungkinan munculnya robot-robot pembunuh atau mesin lain yang dikembangkan untuk perang.

Saat berbicara dalam konferensi teknologi Web Summit di Lisbon, Senin (5/11) waktu lokal, Guterres memuji berbagai manfaat besar dari teknologi baru. Namun, dia juga memberi peringatan kepada dunia. ”Dunia harus bekerja untuk menghindari mesin-mesin otonom dengan kekuatan dan kemampuan mengambil nyawa manusia atas keinginan mereka sendiri, tanpa kontrol manusia,” tutur dia, dikutip kantor berita Reuters.

”Ini hal yang dalam pendapat saya tidak hanya secara politik tak dapat diterima, tapi secara moral menjijikkan dan saya yakin ini akan dilarang oleh hukum internasional,” ujar dia.

Teknologi baru itu memungkinkan terciptakan lebih banyak sistem senjata otonom, mulai drone hingga tank. Robot-robot juga sedang dikembangkan untuk potensi penggunaan dalam perang. Guterres menyatakan, saat ini tidak ada kesepakatan internasional bahwa hukum kemanusiaan internasional diterapkan pada penggunaan siber dalam situasi konflik. Hal ini, menurut dia, akan membuat regulasi senjata otonom dalam konflik menjadi lebih sulit.

”Ini satu bidang di mana saya yakin komunitas internasional perlu bekerja sama. Hal terburuk yang bisa terjadi, yaitu kita menjadi optimistis naif dan bodoh,” ungkap Guterres.

Dia menyatakan, PBB dapat bekerja sebagai sarana untuk kerja sama ruang siber untuk menciptakan kode etik. Untuk memulai hal itu, PBB tahun ini membentuk panel tingkat tinggi dalam kerja sama digital. Panel ini dipimpinMelinda GatesdanJack Ma, Executive Chairman raksasa e-commerce China, Alibaba.

Guterres juga menyatakan berbagai perpecahan internasional dapat mempersulit kerja sama di bidang siber, terutama saat ada tren baru untuk mempertanyakan mekanisme multilateral yang menjadi jalan satu-satunya menjawab tantangan global. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
1 jam yang lalu
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
2 jam yang lalu
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 jam yang lalu
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
6 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
8 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
9 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved