Khamenei: Dunia Menentang Keputusan Trump

Minggu, 04 November 2018 - 08:08 WIB
Khamenei: Dunia Menentang...
Khamenei: Dunia Menentang Keputusan Trump
A A A
TEHERAN - Pemimpin spritual tertinggi Iran, Ayataollah Ali Khamenei mengatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapatkan tentangan dari seluruh dunia. Washington saat ini tengah bersiap untuk menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran di sektor ekspor minyak dan keuangan yang menjadi urat nadi Teheran.

Khamenei juga mengatakan musuh bebuyutan Iran, AS, telah gagal menegaskan kembali dominasinya atas Teheran sejak Revolusi Islam 1979 di negara itu yang menggulingkan pemerintahan Shah yang didukung AS.

"Dunia menentang setiap keputusan yang dibuat oleh Trump," televisi pemerintah Iran mengutip Khamenei yang mengatakan saat pertemuan dengan ribuan mahasiswa.

"Tujuan Amerika adalah untuk membangun kembali dominasi yang dimilikinya (sebelum 1979) tetapi telah gagal. Amerika telah dikalahkan oleh Republik Islam selama 40 tahun terakhir," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/11/2018).

Washington pada Senin akan memberlakukan kembali sanksi-sanksi yang berjangkauan luas terhadap penjualan minyak dan sektor-sektor perbankan Iran yang penting. Washington mencoba memaksa Republik Islam ke dalam perundingan untuk menghentikan program energi nuklir dan rudal balistiknya serta mengakhiri dukungannya untuk proksi dalam konflik di Timur Tengah.

Namun, pemerintahan Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa delapan negara pengimpor sementara akan diizinkan untuk tetap membeli minyak Iran ketika sanksi mulai berlaku. Iran adalah eksportir minyak nomor 3 di dunia.

Baca: Sanksi Iran, AS Berikan Delapan Negara Keringanan

Turki mengatakan pada hari Sabtu bahwa Ankara telah menerima indikasi awal dari Washington bahwa negara itu akan diberikan keringanan, tetapi menunggu klarifikasi pada hari Senin.

Sebagian besar sanksi internasional terhadap Iran dicabut pada awal tahun 2016 di bawah satu perjanjian yang ditandatangani Iran dengan negara-negara adidaya tahun sebelumnya yang di bawahnya menahan program pengayaan uraniumnya. Program pengayaan uraniun Iran secara luas dilihat dunia internasional sebagai upaya terselubung untuk mengembangkan bom atom.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif berbicara melalui telepon dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, dan rekan-rekannya dari Jerman, Swedia dan Denmark tentang langkah-langkah Eropa untuk melawan sanksi AS, kantor berita negara Iran IRNA melaporkan.

"Mogherini dan para menteri Eropa menyoroti pentingnya komitmen para menteri keuangan terhadap mekanisme keuangan Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran dan mengatakan mekanisme akan beroperasi dalam beberapa hari mendatang," kata IRNA.

Para diplomat mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa mekanisme baru Uni Eropa untuk memfasilitasi pembayaran bagi ekspor Iran harus secara resmi berlaku pada 4 November, ketika fase berikutnya sanksi AS diberlakukan, tetapi tidak akan beroperasi sampai awal tahun depan.

Uni Eropa, Prancis, Jerman dan Inggris - semua pihak penandatangan, bersama dengan Rusia dan China, untuk kesepakatan nuklir dengan Iran - mengatakan dalam pernyataan bersama pada hari Jumat mereka menyesali keputusan Trump untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran.

Baca: Uni Eropa Kecam Sanksi AS Atas Iran

Dengan menjatuhkan sanksi, Trump berusaha mendorong Iran untuk mengakhiri pengayaan uranium secara langsung, dan menghentikan pembangunan rudal balistik serta dukungan untuk pasukan proxy di Yaman, Suriah, Lebanon dan tempat lain di Timur Tengah.

"Iran tidak akan mengizinkan rezim Trump, yang telah membuat kebijakan luar negeri Amerika tidak memiliki prinsip apa pun, untuk mencapai tujuan tidak sah," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh IRNA.

Trump mencela kesepakatan nuklir, yang disetujui oleh pendahulunya Barack Obama, karena dianggap cacat dan menarik Washington dari pakta itu pada bulan Mei.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Trump: Terlepas Orang...
Trump: Terlepas Orang Suka atau Tidak, Israel Sekutu Hebat Amerika Serikat
Berita Terkini
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
1 jam yang lalu
Hizbullah Serang Pasukan...
Hizbullah Serang Pasukan Israel, Beri Sinyal Strategi Baru di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Masa Depan Perang Iran...
Masa Depan Perang Iran Hanya Ditentukan 440 Kg Uranium, Ini 4 Faktanya
4 jam yang lalu
Drone Ukraina Hancurkan...
Drone Ukraina Hancurkan Kilang Minyak Rusia
5 jam yang lalu
Intelijen Militer AS...
Intelijen Militer AS Klaim Kerugian Rusia Capai 3 Kali Lipat dalam 1 Tahun
7 jam yang lalu
Buktikan Kekuatan! Hizbullah...
Buktikan Kekuatan! Hizbullah Klaim Hancurkan Pangkalan Rudal Israel
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved