Tidak Punya Cukup Bukti, AS Belum Bisa Sanksi Saudi
Jum'at, 02 November 2018 - 08:04 WIB
Tidak Punya Cukup Bukti, AS Belum Bisa Sanksi Saudi
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, pihaknya masih membutuhkan waktu beberapa minggu lagi sebelum menjatuhkan sanksi sebagai tanggapan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Menurutnya, AS belum memiliki cukup bukti atas peristiwa yang terjadi di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul itu.
Dalam wawancara dengan radio KMOX di St. Louis, Pompeo mengatakan Presiden Donald Trump telah menjelaskan bahwa Washington akan menanggapi pembunuhan itu. Ia mengatakan bahwa
"Pemerintah sedang meninjau menjatuhkan sanksi pada individu yang kami dapat identifikasi hingga saat ini terlibat dalam pembunuhan itu," ujar Pompeo.
"Ini akan membuat kita mungkin butuh beberapa minggu lagi sebelum kita memiliki cukup bukti untuk benar-benar menempatkan sanksi tersebut, tetapi saya pikir kita akan bisa sampai di sana," tutur Pompeo.
"Kami akan menemukan pola fakta," katanya.
"Presiden mengatakan kami akan menuntut akuntabilitas bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kejahatan keji ini," tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/11/2018).
Sementara bersikeras Amerika Serikat tidak membenarkan pembunuhan Khashoggi, diplomat tinggi AS itu mengatakan Washington memiliki hubungan strategis jangka panjang dan mendalam dengan Arab Saudi dan bermaksud untuk memastikan bahwa hubungan itu tetap utuh.
Mantan menteri intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki bin Faisal al Saud, mengatakan pada hari Rabu bahwa kecaman Amerika Serikat yang mengutuk Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi akan mengganggu hubungan strategis antara kedua negara.
"Kami menghargai hubungan strategis kami dengan Amerika Serikat dan berharap untuk mempertahankannya. Kami berharap Amerika Serikat membalasnya," Pangeran Turki, seorang anggota keluarga kerajaan, mengatakan dalam sambutannya di Dewan Nasional Hubungan AS-Arab, sebuah organisasi advokasi nir-laba.
Khashoggi, yang tinggal di Amerika Serikat dan menulis kolom untuk Washington Post, pergi ke konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengumpulkan beberapa dokumen, tetapi dia tidak pernah muncul kembali.
Riyadh awalnya membantah peran apa pun dalam hilangnya Khashoggi, tetapi di bawah tekanan dari pemerintah Turki akhirnya mengidentifikasi 18 tersangka dalam kasus tersebut.
Arab Saudi mengatakan para tersangka akan menghadapi persidangan di kerajaan. Ankara telah berulang kali menyerukan agar mereka diekstradisi ke Turki untuk diadili.
Turki menekan pemerintah Saudi pada Kamis untuk memberi tahu mereka keberadaan jasad Khashoggi, yang belum ditemukan.
Dalam wawancara dengan radio KMOX di St. Louis, Pompeo mengatakan Presiden Donald Trump telah menjelaskan bahwa Washington akan menanggapi pembunuhan itu. Ia mengatakan bahwa
"Pemerintah sedang meninjau menjatuhkan sanksi pada individu yang kami dapat identifikasi hingga saat ini terlibat dalam pembunuhan itu," ujar Pompeo.
"Ini akan membuat kita mungkin butuh beberapa minggu lagi sebelum kita memiliki cukup bukti untuk benar-benar menempatkan sanksi tersebut, tetapi saya pikir kita akan bisa sampai di sana," tutur Pompeo.
"Kami akan menemukan pola fakta," katanya.
"Presiden mengatakan kami akan menuntut akuntabilitas bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kejahatan keji ini," tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/11/2018).
Sementara bersikeras Amerika Serikat tidak membenarkan pembunuhan Khashoggi, diplomat tinggi AS itu mengatakan Washington memiliki hubungan strategis jangka panjang dan mendalam dengan Arab Saudi dan bermaksud untuk memastikan bahwa hubungan itu tetap utuh.
Mantan menteri intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki bin Faisal al Saud, mengatakan pada hari Rabu bahwa kecaman Amerika Serikat yang mengutuk Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi akan mengganggu hubungan strategis antara kedua negara.
"Kami menghargai hubungan strategis kami dengan Amerika Serikat dan berharap untuk mempertahankannya. Kami berharap Amerika Serikat membalasnya," Pangeran Turki, seorang anggota keluarga kerajaan, mengatakan dalam sambutannya di Dewan Nasional Hubungan AS-Arab, sebuah organisasi advokasi nir-laba.
Khashoggi, yang tinggal di Amerika Serikat dan menulis kolom untuk Washington Post, pergi ke konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengumpulkan beberapa dokumen, tetapi dia tidak pernah muncul kembali.
Riyadh awalnya membantah peran apa pun dalam hilangnya Khashoggi, tetapi di bawah tekanan dari pemerintah Turki akhirnya mengidentifikasi 18 tersangka dalam kasus tersebut.
Arab Saudi mengatakan para tersangka akan menghadapi persidangan di kerajaan. Ankara telah berulang kali menyerukan agar mereka diekstradisi ke Turki untuk diadili.
Turki menekan pemerintah Saudi pada Kamis untuk memberi tahu mereka keberadaan jasad Khashoggi, yang belum ditemukan.
(ian)