Nasib TKI Tuti di Saudi: Bela Kehormatan Diri, Berakhir Eksekusi

Rabu, 31 Oktober 2018 - 15:48 WIB
Nasib TKI Tuti di Saudi:...
Nasib TKI Tuti di Saudi: Bela Kehormatan Diri, Berakhir Eksekusi
A A A
JAKARTA - Tuti Tursilawati, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka dieksekusi mati di Arab Saudi atas tuduhan membunuh ayah majikan yang mencoba memerkosanya.

Ironisnya, eksekusi pada 29 Oktober itu dilakukan otoritas Saudi tanpa pemberitahuan dan berselang beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menemui Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Tuti lahir tahun 1984. Dia meninggalkan Majalengka, Jawa Barat, untuk bekerja di Arab Saudi pada tahun 2009. Dia bekerja sebagai pengasuh untuk seorang lelaki lanjut usia di Thaif. Dia pernah dilaporkan bekerja selama 8 bulan dan belum dibayar upahnya dalam 6 bulan.

Dalam sidang pengadilan, Tuti dituduh memukul korban bernama Suud Mulhaq Al Utaibi yang lanjut usia di bagian kepala dengan sepotong kayu setelah korban mencoba memerkosanya.

Perempuan itu lantas melarikan diri sembari membawa uang senilai Rp125 juta dan perhiasan.

Dia bertemu dengan sekelompok pria yang berjanji untuk membantunya melarikan diri. Tragisnya, sekelompok pria yang terdiri dari sekitar 9 orang itu justru memerkosa dirinya. Uang dan perhiasan yang dia bawa juga dicuri.

Para pemerkosa Tuti dilaporkan telah diberikan hukuman penjara enam bulan. Sedangkan Tuti ditangkap polisi Arab Saudi sehari setelah pembunuhan, yakni 12 Mei 2010.

Korban yang dibunuh Tuti memiliki status yang tinggi. Putra korban menolak memberi ampun dan hukuman mati dijatuhkan pengadilan setempat tahun 2011.

Menurut laporan, Tuti pernah berbicara dengan ibunya 10 hari sebelum dieksekusi. Namun, dia tidak menyadari akan menjadi bagian dari terpidana mati yang dieksekusi hari Senin lalu.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku tidak menerima pemberitahun atau notifikasi dari pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi terhadap Tuti.

Dan itu terjadi ketika Arab Saudi menghadapi seruan-seruan lanjutan untuk menjelaskan kematian jurnalis ternama Jamal Khashoggi.

Selama sidang di pengadilan, perempuan Majalengka ini mengklaim bahwa dia bertindak membela diri karena dia dilecehkan secara seksual.

Direktur eksekutif kelompok advokasi Migrant Care Indonesia, Wahyu Susilo, meminta Pemerintah Indonesia untuk membatalkan perjanjian dengan pemerintah Saudi.

"(Eksekusi) adalah bukti bahwa Arab Saudi tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berkaitan dengan perlindungan pekerja rumah tangga," kata Wahyu dalam pesan singkat kepada ABC, Rabu (31/10/2018).

"Ternyata permintaan Indonesia (untuk melindungi hak-hak pekerja migran) diabaikan dengan mengeksekusi Tuti," ujarnya.

Wahyu mengutuk eksekusi dan mendesak Presiden Jokowi untuk mengambil langkah diplomatik serius untuk mencegah eksekusi tanpa notifikasi terjadi lagi di masa depan.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan dalam konferensi pers di sela-sela konferensi Our Ocean di Bali pada hari Selasa menyampaikan protes resmi tentang eksekusi terhadap Tuti. Protes disampaikan melalui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama al-Shuaibi.

Menlu Retno mengatakan, eksekusi mati dilakukan meskipun upaya Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan hukum maksimum sedang dilakukan. Bantuan hukum itu antara lain banding atas vonis mati Tuti di pengadilan dan pengiriman surat kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.
(mas)
Berita Terkait
Saudi Dilaporkan Hapus...
Saudi Dilaporkan Hapus Beberapa Pembatasan untuk Pekerja Asing
TKI Bernama Sulasih...
TKI Bernama Sulasih Kritis di Arab Saudi, Ada Luka Setrika di Tangannya
Dituduh Guna-guna Majikan...
Dituduh Guna-guna Majikan di Arab Saudi, TKI asal Sukabumi Disiksa dan Disiram Air Panas
Indonesia Kembali Kirim...
Indonesia Kembali Kirim TKI ke Arab Saudi, Segini Gaji dan Bonusnya
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
Pulang dari Arab Saudi,...
Pulang dari Arab Saudi, TKI asal Indramayu Terpapar Omicron
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
7 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
8 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
10 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
11 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved