Rusia Hendak Uji Rudal saat NATO Latihan Perang Terbesar

Selasa, 30 Oktober 2018 - 14:33 WIB
Rusia Hendak Uji Rudal...
Rusia Hendak Uji Rudal saat NATO Latihan Perang Terbesar
A A A
OSLO - Angkatan Laut Rusia berencana untuk menguji coba peluru kendali (rudal) di perairan internasional di lepas pantai Norwegia pekan ini. Rencana itu muncul di saat NATO sedang menggelar latihan perang terbesar sejak akhir Perang Dingin.

Para pejabat Norwegia dan NATO mengaku mendapat pemberitahun dari rencana Moskow tersebut. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Senin mengatakan pemberitahun dari Moskow dia terima pekan lalu.

Namun, Stoltenberg tak merinci tanggal uji coba misil Mokosw di lepas pantai Norwegia tersebut.

"Rusia memiliki kehadiran yang cukup besar di utara, juga di luar Norwegia," kata Stoltenberg kepada kantor berita Norwegia, NTB, yang dilansir Selasa (30/10/2018).

"Pasukan besar (Rusia) ambil bagian dalam manuver dan mereka berlatih secara teratur," ujarnya.

Militer Rusia belum bersedia memberikan komentar tentang uji coba rudal yang direncanakan di saat ketegangan Mokosw dan NATO sedang memanas. Ketegangan dimulai sejak Rusia menganeksasi Crimea usai melepaskan diri dari Ukraina pada 2014. Bergabunganya Crimea ke Rusia itu tidak pernah diakui Ukraina dan negara-negara NATO, terutama Amerika Serikat.

Juru bicara Avinor, Erik Lodding, yang mengoperasikan bandara Norwegia dan layanan navigasi udara, mengatakan Rusia telah memberi tahu tentang tes rudal dalam notice to airmen (NOTAM). Pemberitahuan itu disampaikan kepada para pilot pesawat sipil tentang potensi bahaya di sepanjang rute penerbangan di wilayah udara Norwegia.

Lodding kepada kantor berita DPA mengatakan pemberitahuan seperti itu adalah "pesan rutin". Menurutnya, tes misil itu akan berlangsung mulai 1-3 November di barat kota pesisir Kristiansund, Molde, dan Alesund.

"Tidak ada yang dramatis tentang ini. Kami telah mencatatnya dan akan mengikuti manuver Rusia," kata Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen.

Sedangkan latihan perang terbesar NATO yang dinamai "Trident Juncture 2018" sudah dimulai sejak 25 Oktober lalu. Manuver akbar aliansi militer yang dipimpin Amerika Serikat itu akan berlangsung hingga 7 November.

Menuver "Trident Juncture 2018" melibatkan sekitar 50.000 tentara, 10.000 kendaraan, dan lebih dari 300 pesawat dan kapal dari 29 negara NATO dan ditambah dari Finlandia dan Swedia.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir AS...
Kapal Induk Nuklir AS Menuju Norwegia, Rusia Murka
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Berita Terkini
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
10 menit yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
50 menit yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
1 jam yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
1 jam yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
2 jam yang lalu
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved