AS Kirim Amunisi Terbesar ke Eropa sejak Pemboman Yugoslavia

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 16:12 WIB
AS Kirim Amunisi Terbesar...
AS Kirim Amunisi Terbesar ke Eropa sejak Pemboman Yugoslavia
A A A
BERLIN - Pangkalan Udara Ramstein di Jerman telah menerima sekitar 100 kontainer amunisi dari Amerika Serikat (AS). Pengiriman persenjataan itu tercatat yang terbesar oleh Washington sejak NATO melakukan pemboman di Yugoslavia pada tahun 1999.

"Berbagai amunisi sudah dikirim ke Ramstein selama bulan Oktober," kata pihak Angkatan Udara AS di Eropa-Afrika dalam sebuah pernyataan.

Pengiriman itu dimaksudkan untuk mendukung prakarsa NATO yang bernama "European Deterrence Initiative" dan memompa sumber daya yang tersedia untuk Angkatan Udara AS di Eropa.

Pentagon, lanjut pernyataan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan waktu respons militer AS dengan memposisikan amunisi, bahan bakar, dan peralatan untuk dapat memberikan respons cepat terhadap ancaman yang dibuat oleh aktor agresif.

"Ramstein adalah pangkalan udara luar negeri dan pusat pengangkutan udara terbesar AS. Jadi tugas utama kami adalah mendapatkan amunisi di mana mereka harus tepat waktu," kata Sersan Arthur Myrick, kepala untuk Misioner Skuadron 86.

"Ini adalah amunisi dunia nyata untuk memenuhi tujuan dunia nyata. Itulah alasan kami mengunduh hal-hal tersebut, untuk memastikan kami memiliki kemampuan untuk menggerakkan pertarungan ke depan jika perlu," imbuh dia, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (27/10/2018).

Sersan David Head, Kepala Bagian Operasi Amunisi Skuadron 86, mencatat bahwa pengiriman itu adalah "yang terbesar dari jenisnya sejak Operasi Pasukan Sekutu, yang berlangsung pada tahun 1999."

Saat itu, AS dan sekutunya meluncurkan serangan udara di Yugoslavia, tanpa restu Dewan Keamanan PBB, setelah menyalahkan Beograd atas penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional dalam konflik dengan pemberontakan etnik Albania di Kosovo.

Dalam pemboman di Yugoslavia, pesawat-pesawat tempur NATO meluncurkan 900 serangan mendadak selama operasi pemboman brutal selama 78 hari. Data resmi menyatakan 758 waraga sipil tewas selama agresi tersebut. Namun sumber-sumber Serbia mengatakan jumlah korban sebenarnya dua kali lebih besar.

Sejak dimulainya konflik Ukraina dan reunifikasi Crimea dengan Rusia pada tahun 2014, NATO telah mengerahkan ribuan pasukan dan persenjataan berat ke negara-negara Baltik, Polandia, dan wilayah Eropa Tenggara.

Selain itu, NATO juga menggelar latihan perang skala besar yang melibatkan pasukan Barat di dekat perbatasan Rusia secara teratur. Kapal-kapal perang NATO bahkan berpatroli secara bergiliran di Laut Hitam.

Blok militer yang dipimpin AS tersebut menjelaskan bahwa penumpukan militer dibutuhkan sehubungan dengan apa yang disebutnya sebagai perilaku agresif Rusia.

Moskow telah berulang kali membantah tuduhan bahwa Rusia memiliki rencana ekspansionis. Moskow menilai tindakan NATO meningkatkan risiko konflik dan merusak keamanan di Eropa.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Jerman: Rusia Mustahil...
Jerman: Rusia Mustahil Bisa Mendikte Militer NATO!
Rusia: Jerman Negara...
Rusia: Jerman Negara yang Diduduki, 30.000 Tentara AS di Sana
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
Pasukan AS Mulai Mendarat...
Pasukan AS Mulai Mendarat di Negara-negara Eropa, Termasuk Jerman
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
37 menit yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
57 menit yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
1 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
2 jam yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
2 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved