AS Takkan Izinkan Iran Kembangkan Senjata Paling Mematikan di Dunia

Jum'at, 26 Oktober 2018 - 15:43 WIB
AS Takkan Izinkan Iran...
AS Takkan Izinkan Iran Kembangkan Senjata Paling Mematikan di Dunia
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan semua sanksi terhadap Iran yang dicabut oleh kesepakatan nuklir 2015 akan dipulihkan total mulai 5 November. Dia juga berjanji tidak akan membiarkan rezim Teheran mengembangkan senjata paling mematikan di dunia.

Pada bulan Mei, administrasi Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Beberapa bulan kemudian, Washington memberlakukan kembali sanksi kerasnya terhadap Teheran.

AS mengharapkan semua negara, termasuk India, untuk menurunkan impor minyak Iran hingga titik nol per 5 November. Jika tidak, Washington akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara yang menolak.

"Pada tanggal 5 November, semua sanksi AS terhadap Iran yang dicabut oleh kesepakatan nuklir akan kembali dengan kekuatan penuh," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih yang dilansir Economic Times, Jumat (26/10/2018).

Pernyataan Trump muncul ketika dia menandatangani sanksi baru pada hari Kamis dengan menargetkan kelompok militan Hizbullah Lebanon yang didanai Iran. Kelompok itu telah dianggap AS sebagai organisasi teroris.

Trump mengatakan sanksi tersebut akan ditindaklanjuti dengan lebih banyak sanksi untuk mengatasi berbagai perilaku Iran yang dia sebut "memfitnah".

"Kami tidak akan mengizinkan sponsor teror dunia untuk mengembangkan senjata paling mematikan di dunia. Tidak akan terjadi," katanya, merujuk pada Iran.

Pemerintah AS telah menegaskan bahwa negara manapun yang terus melakukan bisnis dengan Iran setelah 4 November akan diblokir dari akses perbankan dan sistem keuangan Amerika.

Meskipun India telah mengurangi impor minyak Iran, namun New Delhi mengisyaratkan tidak mungkin untuk mengurangi impor hingga titik nol karena kebutuhan energi di dalam negeri sangat besar. India dan AS saat ini sedang dalam pembicaraan tentang masalah tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump: Jika Perundingan...
Donald Trump: Jika Perundingan Gagal, Iran dalam Bahaya Besar!
Donald Trump: AS Akan...
Donald Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Jika Perlu!
Kissinger: AS Kembali...
Kissinger: AS Kembali ke JCPOA Iran Picu Lomba Senjata Nuklir Timur Tengah
Ogah Hadiri KTT Iran...
Ogah Hadiri KTT Iran Bentukan Putin, Trump Pilih Aktifkan Klausul Snapback
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
1 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
2 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
2 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
3 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved