Eks Jenderal Pentagon Prediksi AS dan China Perang 15 Tahun Lagi

Kamis, 25 Oktober 2018 - 12:57 WIB
Eks Jenderal Pentagon...
Eks Jenderal Pentagon Prediksi AS dan China Perang 15 Tahun Lagi
A A A
WARSAWA - Seorang mantan jenderal Pentagon memprediksi perang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan terjadi dalam waktu 15 tahun ke depan. Dia mendesak mendesak sekutu-sekutu NATO untuk meningkatkan pertahanannya karena Washington tidak akan mampu melindungi Eropa dari Rusia dan China secara bersamaan.

Mantan jenderal yang memprediksi perang tersebut adalah Ben Hodges, mantan komandan Angkatan Darat AS di Eropa.

Prediksi Hodges disampaikan di Forum Keamanan Warsawa di Polandia, hari Rabu (24/10/2018). Hodges mengatakan negara-negara Eropa harus melakukan lebih banyak hal untuk memastikan pertahanannya sendiri dalam menghadapi kebangkitan Rusia, karena AS perlu lebih fokus untuk mempertahankan kepentingannya di Pasifik.

"Amerika Serikat membutuhkan pilar Eropa yang sangat kuat. Saya kira dalam 15 tahun—itu tidak bisa dihindari, tetapi kemungkinan besar kita akan berperang dengan China," kata " kata Hodges, yang dilansir Sputnik, Kamis (25/10/2018).

"Amerika Serikat tidak memiliki kapasitas untuk melakukan semua yang harus dilakukan di Eropa dan di Pasifik untuk menghadapi ancaman China," ujarnya.

Komentar Hodges itu menggemakan sentimen yang sebelumnya disuarakan Presiden AS Donald Trump, di mana dia mengeluh karena Washington menanggung beban besar NATO sementara negara-negara Eropa tidak mau meningkatkan belanja pertahanannya.

Meski demikian, Hodges menegaskan kembali bahwa komitmen AS untuk NATO tak tergoyahkan. Menurutnya, meski Trump mempertanyakan manfaat NATO, Washington masih memandang keamanan Eropa sebagai kepentingan utama AS.

"Jadi, Anda akan melihat kami terus berinvestasi di sini di Eropa, terus berlatih, untuk melatih kekuatan secara rotasi, serta secara permanen menetapkan kekuatan untuk kemungkinan bahwa dalam 10 atau 15 tahun kita akan berjuang di Pasifik," ujar Hodges.

Menurut Hodges, ada tanda-tanda perang yang menjulang antara China dan AS termasuk ketegangan yang sedang berlangsung di Laut China Selatan.Tanda lainnya adalah pencurian teknologi yang terus-menerus oleh Beijing, dan China menguasai infrastruktur di luar negeri dengan mendanai proyek-proyek di Afrika dan Eropa. Dia mencontohkan di Eropa, China sudah memiliki lebih dari 10 persen pelabuhan laut.
Hodges adalah komandan Angkatan Darat AS di Eropa dari 2014 hingga 2017. Hari ini dia adalah seorang ahli strategis di Pusat Analisis Kebijakan Eropa, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Washington.
(mas)
Berita Terkait
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Rusia dan China Tak...
Rusia dan China Tak Tertarik Hidupkan Blok Timur Buat Saingi NATO
Biden Galang Dukungan...
Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit!
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Berita Terkini
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
37 menit yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
2 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
3 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
3 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
4 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved