Jatuhkan Sanksi, Iran: AS Ingin Alihkan Perhatian Kasus Khashoggi

Kamis, 25 Oktober 2018 - 05:43 WIB
Jatuhkan Sanksi, Iran:...
Jatuhkan Sanksi, Iran: AS Ingin Alihkan Perhatian Kasus Khashoggi
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dituding sengaja ingin "membelokkan" perhatian dari pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul dengan menjatuhkan sanksi kepada Iran. Tudingan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

Departemen Keuangan AS pada Selasa lalu menargetkan Taliban Afghanistan dengan sanksi terhadap delapan orang yang ditetapkan sebagai teroris global. Dua diantara delapan orang itu terkait dengan Pasukan Quds Iran, cabang pasukan elit Iran Garda Revolusi, yang mengawasi operasi di luar perbatasan Teheran.

“Untuk membelokkan berita utama tentang kebrutalan Saudi di Istanbul dan di seluruh Yaman, Departemen Keuangan AS - sementara di Arab Saudi, tidak kurang - (menjatuhkan) sanksi kepada Iran untuk 'mendukung' Taliban anti-Iran," tulis Zarif di Twitter.

"Mudah mengabaikan bahwa AS sedang bernegosiasi dengan Taliban yang sama sekarang & kliennya telah lama mendukungnya,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/10/2018).

Jamal Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post yang tinggal di AS dan seorang pengkritik Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, menghilang setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Kepemimpinan Saudi membantah terlibat dalam pembunuhan dan malah menyalahkan rantai komando intelijen.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan MBS mempunyai tanggung jawab utama untuk operasi yang menyebabkan pembunuhan jurnalis Saudi.

Trump mengatakan dia ingin mempercayai MBS ketika ia mengatakan bahwa para pejabat tingkat rendah harus disalahkan atas pembunuhan 2 Oktober di misi diplomatik Saudi. Namun ia menyatakan tanggung jawab ada pada level yang lebih tinggi

“Baiklah, pangeran menjalankan hal-hal di sana lebih pada tahap ini. Dia menjalankan berbagai hal dan jika ada yang mau, itu pasti dia,” cetus Trump.
(ian)
Berita Terkait
Mengurai Pertemanan...
Mengurai Pertemanan Dekat Jamal Khashoggi dengan Osama bin Laden
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Biden Hendak Temui Mohammed...
Biden Hendak Temui Mohammed bin Salman, Jalan Kedubes Saudi Diganti Jamal Khashoggi
Tunangan Khashoggi Desak...
Tunangan Khashoggi Desak Putra Mahkota Saudi Segera Dihukum
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Buka Wilayah Udara ke Israel dengan Imbalan Akses Pegasus
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
2 menit yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
1 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
2 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
3 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
4 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved