Warga Inggris Turun ke Jalan Tuntut Referendum Brexit Kedua

Minggu, 21 Oktober 2018 - 08:19 WIB
Warga Inggris Turun...
Warga Inggris Turun ke Jalan Tuntut Referendum Brexit Kedua
A A A
LONDON - Hampir 700 ribu orang turun ke jalan di Ibu Kota Inggris, London, pada Sabtu sore menuntut dilakukannya referendum Brexit kedua.

Aksi demonstrasi yang diberi tajuk People Vote March ini mengejutkan pihak otoritas dan penggagas aksi. Pasalnya jumlah massa yang mengikutinya di luar perkiraan polisi kota London yang diprediksi hanya mencapai 100 ribu orang.

Kelompok yang menggagas aksi, People's Vote, memperkirakan jumlah peserta pada aksi demonstrasi itu menyebut 670 ribu orang ikut dalam aksi tersebut.

Tokoh-tokoh politik dari ketiga partai politik utama Inggris berdiri didepan barisan massa demonstran.

Vince Cable, pemimpin Partai Demokrat Liberal, adalah tokoh politik paling senior yang hadir yang bergabung dengan Wali Kota London Sadiq Khan, mantan pemimpin Partai Hijau Caroline Lucas, mantan menteri pemerintah Konservatif Anna Soubry dan mantan menteri bayangan Partai Buruh Chuka Umunna.

"Tidak ada kesepakatan yang lebih baik daripada yang kita miliki sekarang: lebih baik bagi Inggris dan lebih baik untuk Eropa," kata Cable pada orasinya di Parlemen Square di luar Gedung Parlemen seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (21/10/2018).

Sementara Khan mengatakan: "Kebohongan, kekeliruan dan penipuan dari kampanye referendum sekarang telah terbuka, dan jelas kehendak orang-orang berubah."

"Tidak ada yang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa untuk membuat diri mereka lebih miskin. Tidak ada yang memilih untuk kekacauan yang diciptakan oleh pemerintah ini," imbuhnya.

Seorang juru bicara untuk People's Vote mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami menuntut suara demokrasi kami terdengar di Brexit. Kita sekarang tahu harga sebenarnya dari RUU pemisahan, serta dampak Brexit pada NHS, hak-hak pekerja dan pelayanan publik."

The People's Vote March diselenggarakan oleh kelompok-kelompok pendukung yang tersisa untuk bertahan Uni Eropa, di antaranya adalah Open Britain, Wales for Europe, and Britain for Europe.

Polisi Metropolitan Inggris mengatakan bahwa tidak ada masalah dalam aksi demonstrasi itu dan tidak ada penangkapan yang dilakukan.
(ian)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris: Covid-19, Resesi,...
Inggris: Covid-19, Resesi, dan Brexit
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Inggris setelah Brexit,...
Inggris setelah Brexit, Jadi Negara Adikuasa atau Makin Mundur?
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
5 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
6 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
8 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved