MBS Pimpin Bersih-bersih Intelijen Saudi Pasca Kematian Khashoggi

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 13:51 WIB
MBS Pimpin Bersih-bersih...
MBS Pimpin Bersih-bersih Intelijen Saudi Pasca Kematian Khashoggi
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), telah ditunjuka untuk memimpin komite tingkat menteri yang bertugas merestrukturisasi badan intelijen. Ini dilakukan setelah wakil direkturnya dipecat di tengah skandal kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Keputusan untuk menunjuk MBS untuk memimpin proses restrukturisasi datang setelah Raja Salman mengeluarkan dekrit yang memecat wakil direktur badan intelijen, Ahmed bin Hassan bin Mohammed Asiri. Raja Salman juga telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan beberapa perwira dan menunjuk yang baru dalam badan intelijen utama Kerajaan Arab Saudi.

Komite yang bertugas merombak komando badan intelijen umum itu akan mencakup Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan kepala keamanan dalam negeri. Tim akan melihat evaluasi metode dan prosedur agensi dan akan menetapkan pedoman untuk menentukan kekuatan agensi. Gugus tugas ini akan memiliki satu bulan untuk memberikan laporan kemajuan kepada Raja.

"Badan intelijen sedang dirombak sepenuhnya dari kepentingan publik, perintah Raja Salman. Oleh karena itu komite akan ditugaskan untuk merancang struktur administratif dan hierarkis baru untuk memastikan fungsi yang tepat dan penentuan tanggung jawab dalam agen mata-mata," kutip Russia Today dari kantor berita SPA, Sabtu (20/10/2018).

Langkah-langkah baru, yang diduga bertujuan untuk memastikan lebih banyak "transparansi" dalam struktur intelijen yang sangat rahasia, diperkenalkan setelah hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul lebih dari dua minggu lalu. Para pejabat Turki menuduh pasukan pembunuh Saudi yang dekat dengan Bin Salman membunuh dan memotong-motong tubuh wartawan yang menulis untuk The Washington Post itu.

Setelah dipaksa melakukan penyelidikan di tengah tekanan internasional, pada hari Jumat, penuntut Saudi - akhirnya untuk pertama kalinya - mengakui bahwa, menurut penyelidikan "pendahuluan", Khashoggi meninggal dalam perkelahian tidak disengaja di konsulat pada 2 Oktober. Mereka berkomitmen penuh untuk mengungkap kebenaran dan telah menahan 18 tersangka sehubungan dengan kasus tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Yahoo: Khashoggi Jalani...
Yahoo: Khashoggi Jalani Kehidupan Ganda Penuh Rahasia Saat Terbunuh
Tunangan Khashoggi Gugat...
Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Saudi di Pengadilan AS
Mengenal Putri Basmah,...
Mengenal Putri Basmah, Oprah Winfrey Timur Tengah Pengkritik Mohammad bin Salman
Pejabat Tinggi Saudi...
Pejabat Tinggi Saudi Ancam Bunuh Ahli PBB Penyelidik Kasus Khashoggi
Prancis Bebaskan Pria...
Prancis Bebaskan Pria Arab Saudi yang Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
4 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
5 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
6 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
8 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved