Trump: Putin Mungkin Terlibat Pembunuhan dan Serangan Racun
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:28 WIB
Trump: Putin Mungkin Terlibat Pembunuhan dan Serangan Racun
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin terlibat dalam pembunuhan dan serangan racun di luar negeri. Namun, dia memastikan hal itu tidak terjadi di AS.
"Mungkin dia, ya. Mungkin," kata Trump dalam wawancara di program 60 Minutes stasiun televisi CBS. Jawaban itu muncul ketika dia ditanya jurnalis Lesley Stahl apakah dia berpikir Putin terlibat dalam pembunuhan dan serangan racun di luar negeri.
"Tapi saya bergantung pada itu, itu bukan di negara kita," lanjut Trump, yang dilansir Senin (15/10/2018).
Para pembangkang Rusia, termasuk mantan intelijen dan wartawan yang mengkritik Putin tewas dalam kondisi miterius. Sebagian akibat terserang racun.
Salah satu kasus yang dialami pembangkang Moskow adalah Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia, dan putrinya; Yulia, yang diserang racun di Salisbury, Inggris. London menyatakan, Skripal jadi korban operasi intelijen Moskow, namun Kremlim membantah terlibat.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengakui bahwa Rusia memang ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016. Namun, dia juga berupaya menyalahkan negara lain.
"Mereka (Rusia) ikut campur. Tapi saya pikir China juga ikut campur," katanya.
Dia kemudian menertawakan argumen bahwa kampanyenya dalam pemilihan presiden 2016 lalu dibantu Rusia.
"Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan menelepon Rusia untuk membantu saya dalam pemilihan (presiden)? Biarkan saya istirahat," kata Trump. "Mereka tidak akan bisa membantu saya sama sekali. Kontak Rusia. Ini sangat konyol," imbuh Trump.
"Mungkin dia, ya. Mungkin," kata Trump dalam wawancara di program 60 Minutes stasiun televisi CBS. Jawaban itu muncul ketika dia ditanya jurnalis Lesley Stahl apakah dia berpikir Putin terlibat dalam pembunuhan dan serangan racun di luar negeri.
"Tapi saya bergantung pada itu, itu bukan di negara kita," lanjut Trump, yang dilansir Senin (15/10/2018).
Para pembangkang Rusia, termasuk mantan intelijen dan wartawan yang mengkritik Putin tewas dalam kondisi miterius. Sebagian akibat terserang racun.
Salah satu kasus yang dialami pembangkang Moskow adalah Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia, dan putrinya; Yulia, yang diserang racun di Salisbury, Inggris. London menyatakan, Skripal jadi korban operasi intelijen Moskow, namun Kremlim membantah terlibat.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengakui bahwa Rusia memang ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016. Namun, dia juga berupaya menyalahkan negara lain.
"Mereka (Rusia) ikut campur. Tapi saya pikir China juga ikut campur," katanya.
Dia kemudian menertawakan argumen bahwa kampanyenya dalam pemilihan presiden 2016 lalu dibantu Rusia.
"Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan menelepon Rusia untuk membantu saya dalam pemilihan (presiden)? Biarkan saya istirahat," kata Trump. "Mereka tidak akan bisa membantu saya sama sekali. Kontak Rusia. Ini sangat konyol," imbuh Trump.
(mas)